Khazanahalquran.com – Al-Qur’an adalah Kitab pembawa hidayah dan petunjuk. Segala sesuatu termuat dalam kandungannya. Kitab ini juga obat yang menyembuhkan hati yang sakit.

Tapi anehnya, kita mungkin mampu membaca tapi sulit sekali untuk merenungi makna-maknanya. Kita fasih dalam melafadzkan ayat namun susah menyerap hidayah darinya. Kita mungkin hafal seluruh isi Al-Qur’an tapi tak mendapatkan sesuatu darinya?

Mengapa ini terjadi? Apakah kita termasuk yang difirmankan Allah swt,

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

“Maka tidakkah mereka menghayati al-Quran, ataukah hati mereka sudah terkunci?” (Muhammad 24)

Semoga kita tidak termasuk dalam golongan ayat ini. Tapi ternyata, banyak ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menyebutkan penyebab dari susahnya mentadabburi Al-Qur’an. Ternyata ada virus-virus yang menghalangi sampainya hidayah dan petunjuk Al-Qur’an ke hati manusia. Apa saja virus-virus itu?

Kesombongan

وَيْلٌ لِّكُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ -٧- يَسْمَعُ آيَاتِ اللَّهِ تُتْلَى عَلَيْهِ ثُمَّ يُصِرُّ مُسْتَكْبِراً كَأَن لَّمْ يَسْمَعْهَا فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ -٨-

“Celakalah bagi setiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdosa, (yaitu) orang yang mendengar ayat-ayat Allah ketika dibacakan kepadanya, namun dia tetap menyombongkan diri seakan-akan dia tidak mendengarnya. Maka peringatkanlah dia dengan azab yang pedih.” (Al-Jatsiyah 7-8)

 

ثُمَّ أَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَ -٢٣- فَقَالَ إِنْ هَذَا إِلَّا سِحْرٌ يُؤْثَرُ -٢٤- إِنْ هَذَا إِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِ -٢٥-

Kemudian berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, lalu dia berkata, “(al-Quran) ini hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu). Ini hanyalah perkataan manusia.” (Al-Muddatsir 23-25)

 

Perdebatan

إِنَّ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِ اللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَانٍ أَتَاهُمْ إِن فِي صُدُورِهِمْ إِلَّا كِبْرٌ مَّا هُم بِبَالِغِيهِ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ -٥٦-

“Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan (bukti) yang sampai kepada mereka, yang ada dalam dada mereka hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang tidak akan mereka capai, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.” (Ghofir 56)

 

Mengingkari Akhirat dan Menyembah Dunia

إَنَّ الَّذِينَ لاَ يَرْجُونَ لِقَاءنَا وَرَضُواْ بِالْحَياةِ الدُّنْيَا وَاطْمَأَنُّواْ بِهَا وَالَّذِينَ هُمْ عَنْ آيَاتِنَا غَافِلُونَ -٧-

“Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan (kehidupan) itu, dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami.” (Yunus 7)

 

3 hal ini adalah virus yang membuat diri ini susah merenungkan makna Al-Qur’an. Ketiganya menjadi hijab yang menutup jalan hidayah untuk sampai ke hati manusia.

Kesombongan menyebabkan hati manusia keras dan terkunci. Perdebatan tidak akan memberikan hasil kecuali hanya kebanggaan dan permusuhan. Sementara hidayah suci Al-Qur’an tidak akan masuk kepada hati yang telah terisi dengan cinta dunia.

Semoga kita bisa terlepas dari 3 virus ini.

Komentar

LEAVE A REPLY