Khazanahalquran.com – Jika kita mau berpikir, puncak pencarian hidup manusia adalah meraih kerelaan Allah swt. Karena selain itu tidak akan ada artinya. Harta, tahta, keluarga dan segala yang dicari didunia ini akan segera ditinggalkan. Sementara yang kekal hanya amal ibadah kita.

Tentu para Nabi menjadi yang terdepan dalam mencari kerelaan-Nya, karena di Akhirat nanti tidak ada sesuatu yang lebih mahal darinya. Bahkan puncak dari kenikmatan surga tak lain adalah kerelaan Allah swt seperti dalam Firman-Nya,

وَرِضْوَانٌ مِّنَ اللّهِ أَكْبَرُ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Dan keridaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung.” (QS.At-Taubah:72)

 

Al-Qur’an pun mengabadikan perkataan para Nabi yang ingin meraih kerelaan Allah swt seperti dalam Firman-Nya,

وَعَجِلْتُ إِلَيْكَ رَبِّ لِتَرْضَى

(Musa berkata), “Dan aku bersegera kepada-Mu, Ya Tuhan-ku, agar Engkau ridho (kepadaku).” (QS.Thaha:84)

وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ

(Sulaiman berkata), “Dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau Ridai” (QS.An-Naml:19)

 

Tapi anehnya, ketika berbicara tentang Rasulullah saw, kita akan menemukan ayat-ayat yang mengherankan. Ketika para Nabi berusaha untuk meraih kerelaan-Nya, disisi lain Allah Ingin Melihat Nabi Muhammad rela.

Lihatlah ayat-ayat berikut ini, Ketika kaum Yahudi melecehkan Islam dengan tuduhan bahwa kiblat umat Islam ikut-ikutan agama yahudi di Baitul Maqdis, hati Nabi merasa sedih dengan tuduhan ini. Kemudian turunlah ayat,

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاء فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا

“Kami Melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami Palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi.” (QS.Al-Baqarah:144)

 

Dan pada ayat lainnya, Allah Berfirman,

وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى

“Dan sungguh, kelak Tuhan-mu pasti Memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi rela.” (QS.Adh-Dhuha:5)

 

Dua ayat ini cukup menjadi bukti bahwa Allah Ingin Melihat kekasih-Nya rela dan senang. Karena itu, satu-satunya pintu untuk meraih Kerelaan Allah swt adalah melalui kekasih-Nya, Muhammad saw.

Siapa yang mendambakan ridho-Nya, hendaklah datang dan mendekat kepada Rasulullah. Sungguh mustahil seseorang akan mendapat Kerelaan Allah sebelum mendapat kerelaan beliau.

Semoga Rasulullah saw melihat kita dengan penuh kerelaan, karena kerelaan beliau adalah kunci untuk meraih keridhoan Allah swt.

Komentar

LEAVE A REPLY