Khazanahalquran.com – Nabi Muhammad saw adalah manusia terkenal yang sulit untuk dikenali. Ya, siapa yang tak pernah mendengar nama Muhammad saw? Lalu siapa yang mampu untuk mengenalkan keagungannya secara utuh? Tentu tak akan ada yang mampu menjangkau kemuliaannya. Kita hanya mampu mengambil penggalan demi penggalan keagungannya dari Penciptanya, dari orang-orang terdekatnya atau dari lisan sucinya sendiri.Dan kali ini kita akan mengenal Rasulullah saw melalui menantu sekaligus pintu kota ilmunya, siapa lagi kalau bukan Ali bin Abi thalib.

Kisah ini berawal ketika seorang Yahudi datang kepada Imam Ali dan bertanya, “Wahai Ali, gambarkan kepadaku mengenai keagungan Nabimu Muhammad !”

Imam pun menjawab dalam riwayat yang panjang, hingga sampai pada kalimat, “Mampukah engkau menggambarkan kepadaku mengenai besarnya nikmat Allah di dunia ini?”

Orang Yahudi itu menjawab, “Siapa yang bisa menghitung nikmat Allah di dunia yang amat besar ini, sungguh tidak ada yang mampu.”

“Engkau tak mampu menghitung nikmat Allah di dunia ini sementara dalam Al-Qur’an Allah Menyebut semua kenikmatan ini kecil (mataa’un qolil). Lalu bagaimana akan mampu menggambarkan keagungan Muhammad sementara Allah Menyifatinya dengan perangai yang agung?”

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang agung.” (QS.Al-Qalam:4)

 

Jika yang memberi sifat “agung” adalah Yang Maha Agung, bagaimana kita akan mampu menggambarkan keagungan Baginda Rasul saw?

Karena itu, jika kita ingin mendapat kemuliaan di mata Allah dan dalam pandangan manusia, maka agungkanlah Muhammad saw dalam hati kita. Karena tidak ada yang berhubungan dengan beliau, kecuali sesuatu yang agung pula.

Komentar

4 KOMENTAR

  1. Terimakasih…banyak org islam yg ingin kelak bertemu beliau, kalo saya malah malu bertemu dg beliau…malu yg sangat

LEAVE A REPLY