Khazanahalquran.com – Doa adalah memohon bukan sekedar meminta. Doa adalah upaya mengambil perhatian sebelum mengutarakan keperluan yang diinginkan.

Jika kita datang ke rumah seseorang untuk meminta bantuan, pasti obrolan kita dimulai dengan meminta waktu untuk berbicara dan berbasa-basi. Ketika orang yang kita tuju telah siap mendengar, barulah kita mengutarakan keperluan. Maha Suci Allah dari segala contoh.

Menghadap kepada Allah juga memiliki adab dan tata cara. Suatu hari, Imam Ja’far As-Shodiq, Guru dari Madzhab Maliki dan Hanbali pernah ditanya oleh muridnya.

“Wahai cucu Rasulullah, aku selalu berdoa tapi tak kunjung melihat jawaban.”

Imam menjawab, “Apakah kamu melihat bahwa Allah tidak menepati janji-Nya?”

“Tidak wahai Imam.” Jawabnya.

“Lalu apa sebab doamu tak kunjung diterima?” Tanya sang Imam.

“Aku juga tidak mengerti.” Ucapnya.

Lalu Imam pun berkata,

“Sekarang akan kuberitahukan kepadamu, Barangsiapa yang taat kepada Allah atas apa yang diperintahkannya kemudian ia berdoa sesuai jalurnya maka Allah pasti akan mengabulkannya.”

“Bagaimana jalur (adab) berdoa yang benar itu?”

Beliau menjawab,

  1. Mulailah dengan memuji-Nya
  2. Mengingat nikmat-Nya yang ada padamu
  3. Bersyukur kepada-Nya
  4. Bersolawat kepada Rasulullah saw
  5. Mengingat dosa-dosamu dan mengaku dihadapan-Nya
  6. Memohon ampun dari dosa-dosa itu

Maka inilah adab dalam berdoa.

 

Solawat Kepada Nabi dan Keluarganya

Salah satu adab yang terpenting dalam doa adalah mendahuluinya dengan bersolawat kepada Nabi Muhammad saw dan keluarganya. Tanpa solawat, doa itu tidak akan naik kepada Allah swt.

Apa gunanya solawat dalam doa kita?

Makna solawat adalah mendoakan dan meminta kesejahteraan selalu bagi Baginda Rasulullah dan keluarganya. Dalam sebuah hadist disebutkan,

“Jika engkau memiliki hajat kepada Allah swt maka mulailah dengan bersolawat (mendoakan Nabi dan Keluarganya) kemudian mintalah hajatmu. Karena Allah Maha Mulia ketika seorang hamba meminta dua hal namun Dia hanya Mengabulkan satu dan menahan yang lain.”

Solawat adalah doa yang pasti diterima karena kita sedang mendoakan Nabi dan keluarganya dan Allah Maha Mulia untuk mengabulkan doa kita yang pertama (solawat) dan tidak mengabulkan permintaan kita yang kedua.

Salah satu tujuan dari solawat adalah agar Allah ikut Mengabulkan doa kita setelah menerima solawat kita.

Imam Ali bin Abi tholib, beliau pernah berkata,

“Barangsiapa yang membaca 100 ayat Al-Qur’an dari ayat apapun kemudian ia mengucap Ya Allah sebanyak 7 kali, andai dia berdoa untuk (mampu mengangkat) sebuah batu besar maka ia akan mampu mengangkatnya jika Allah menghendaki.”

Semoga doa dan permohonan kita diterima oleh Allah swt.

Komentar

1 KOMENTAR

  1. […] Kita hanya berpikir bahwa doa kita belum terkabul tanpa pernah tau bahwa doa itu telah menyelamatkan kita dari berbagai musibah dan bencana. Karenanya, jangan sering protes tentang tidak terkabulnya doa. Perbaiki doa kita dan yakinilah, tidak ada doa yang tidak terkabulkan ! Lalu, bagaimana adab berdoa yang benar? Temukan Jawabannya esok hari pada Bagaimana Cara Berdoa? […]

LEAVE A REPLY