Khazanahalquran.com – Al-Qur’an adalah nikmat Allah yang terbesar. Kitab ini datang membawa nasehat, obat, petunjuk dan rahmat dari Allah swt, seperti dalam firman-Nya,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاء لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

“Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (al-Quran) dari Tuhan-mu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” (QS.Yunus:57)

 

Namun jika kita melihat lebih dalam, ayat ini ingin menceritakan empat tahapan Al-Qur’an dalam membimbing dan mendidik manusia menuju kesempurnaan diri. Empat tahapan itu adalah,

1. Tahapan nasehat. “Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (al-Quran) dari Tuhan-mu..”

2. Tahapan penyembuhan dan penyucian ruh manusia dari segala bentuk penyakit dan sifat-sifat buruk. “penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada…”

3. Tahapan pemberian hidayah (petunjuk) setelah penyucian ruh dari segala penyakit diatas. “dan petunjuk…”

4. Tahapan terakhir yang menjadikan manusia layak untuk mendapatkan rahmat dan nikmat Allah swt. serta rahmat bagi orang yang beriman..”

Setiap tahapan diatas berjalan secara tertib sesuai dengan urutannya. Yakni Al-Qur’an memberi nasehat kepada manusia, lalu membersihkan hati mereka dari dosa dan sifat-sifat buruk, kemudian menghidupkan hati mereka dengan cahaya hidayah sehingga mereka layak mendapatkan rahmat dan nikmat Allah swt.

Maka Al-Qur’an adalah satu-satunya solusi untuk menyelesaikan segala urusan pribadi maupun masyarakat. Al-Qur’an adalah satu-satunya obat bagi hancurnya moral dan akhlak mereka. Namun sayangnya manusia sibuk mencari solusi dari berbagai pemikiran dan menjadikan Al-Qur’an sebagai buku bacaan saja. Mereka tidak menjadikan Al-Qur’an sebagai buku panduan yang harus dipikirkan dan dipraktekkan. Padahal tidak ada teori yang mampu menyelesaikan problem masyarakat ini selain teori suci dari Al-Qur’an.

Semoga dengan berkah bulan Ramadhan ini kita dapat memiliki perhatian yang lebih terhadap Al-Qur’an, sehingga kita tidak meninggalkannya selepas bulan Ramadhan. Dan selalu memposisikannya sebagai nikmat terbesar dari Allah swt.

Jangan bangga dengan banyaknya warisan, besarnya harta kekayaan dan mulianya nasab keturunan karena modal yang sebenarnya adalah Al-Qur’an. Sungguh kitab ini lebih berguna dari semua yang mereka kumpulkan.

Komentar

LEAVE A REPLY