Khazanahalquran.com – Kali ini kita akan mengambil pelajaran dari Surat Shad ayat 86-88. Allah swt Berfirman,

قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُتَكَلِّفِينَ

إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعَالَمِينَ

وَلَتَعْلَمُنَّ نَبَأَهُ بَعْدَ حِين

Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak meminta imbalan sedikit pun kepadamu atasnya (dakwahku); dan aku bukanlah termasuk orang yang mengada-ada.

(Al-Quran) ini tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh alam.

Dan sungguh, kamu akan mengetahui (kebenaran) beritanya (al-Quran) setelah beberapa waktu lagi.”

(QS.Shad:86-88)

  Ayat-ayat diatas sedang membicarakan tentang dakwah Rasulullah saw. Dari ketiga ayat ini, kita dapat mengambil 4 fakta bahwa,

1. Ketika Rasulullah saw menyampaikan kebenaran, beliau tidak berharap apapun untuk keuntungan pribadinya. “Aku tidak meminta imbalan sedikit pun kepadamu atasnya (dakwahku).”

2. Semua yang disampaikan Rasulullah berdasarkan kebenaran dan bukti yang nyata. Beliau tidak pernah sekalipun mengada-ada. Dan aku bukanlah termasuk orang yang mengada-ada.”

3. Dakwah beliau tidak pernah ditujukan untuk golongan atau ras tertentu. Dakwah beliau disampaikan untuk seluruh umat manusia. (Al-Quran) ini tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh alam.

4. Rasulullah saw memiliki optimisme yang tinggi bahwa perjuangan dakwah beliau akan berhasil dan orang-orang akan mengetahui kebenarannya. Dan sungguh, kamu akan mengetahui (kebenaran) beritanya (al-Quran) setelah beberapa waktu lagi.”

 

4 fakta ini harus menjadi pegangan orang-orang yang menapaki jalan dakwah. Keberhasilan dakwah sangat bergantung kepada niat seorang yang menyampaikan. Jika masih tercampur dengan keinginan untuk mendapat keuntungan pribadi, golongan ataupun kelompoknya maka dakwah itu bisa semakin menjauhkan dirinya dan orang sekitarnya dari Allah swt.

Jangan malu untuk berkata “Saya tidak tau”. Jangan malu untuk diam jika tidak mengerti. Sampaikan kebenaran dengan argumen dan bukti yang jelas, jangan pernah mengada-ngada !

Berdakwalah kepada semua orang. Jangan pilih-pilih mimbar. Kaya dan miskin, penguasa dan orang biasa sering dibedakan. Hati-hati dengan sifat ini, sampaikan kebenaran dimanapun dan kepada siapapun.

Dan yang terakhir, selalu optimis dalam berdakwah. Semua yang dilakukan tidak akan pernah sia-sia. Jika sekarang belum ada hasil yang terlihat, janganlah putus asa ! Karena Allah tidak akan membiarkan orang-orang yang berjuang dijalan-Nya dalam keadaan sendirian.

Semoga 4 hal ini dapat menjadi pegangan bagi orang-orang yang berdakwah di jalan Allah swt. Sebarkan cinta dan kasih sayang, niatkan dakwah kita untuk menyelamatkan sesama makhluk Allah. Karena yang menyayangi makhluk Allah pasti akan Dicintai oleh-Nya.

Komentar

LEAVE A REPLY