Khazanahalquran.com – Allah berfirman,

يُنَادُونَهُمْ أَلَمْ نَكُن مَّعَكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ وَلَٰكِنَّكُمْ فَتَنتُمْ أَنفُسَكُمْ وَتَرَبَّصْتُمْ وَارْتَبْتُمْ وَغَرَّتْكُمُ الْأَمَانِيُّ حَتَّىٰ جَاءَ أَمْرُ اللَّهِ وَغَرَّكُم بِاللَّهِ الْغَرُورُ

Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” Mereka menjawab: “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu. (QS.al-Hadiid:14)

 

Keberadaan kita ditengah orang-orang baik dan soleh tidak akan menyelamatkan kita selama hati kita masih dipenuhi dengan penyakit.

Seperti orang-orang munafiq yang memanggil kaum mukminin, Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?”

Mereka ingin berkata, bukankah kami selalu bersama kalian didunia? Kita bersyahadat bersama, solat berjamaah bersama, wuquf di Arafah dan ikut berjihad bersama. Lalu mengapa kami tidak bersama kalian?

Orang-orang mukmin menjawab,

“Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong.”

Yakni kalian mencelakakan diri kalian dengan kelezatan dan syahwat duniawi. Dan menunda-nunda taubat dari waktu ke waktu sehingga habislah kesempatan kalian.

Semoga Allah membersihkan hati kita dari kemunafikan dan kotornya hati.

Komentar

LEAVE A REPLY