Khazanahalquran.com – Pedang yang tajam mampu menggores luka, peluru senapan mampu meregang nyawa. Namun semua itu tak lebih tajam dari lisan manusia. Lisan mampu menoreh luka yang lebih dalam dari tebasan pedang dan lebih menyakitkan dari tembakan peluru.

Dapat kita bayangkan seorang yang memiliki Qolbu Rohim, hati yang penuh rahmat seperti Rasulullah saw bisa merasakan sakit karena ucapan manusia. Nabi Muhammad saw adalah manusia yang paling sabar bahkan melebihi kesabaran para nabi sebelumnya, namun lisan manusia bisa membuat hatinya sesak dan pedih. Hingga Allah swt Berfirman kepada beliau,

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ

“Dan sungguh, Kami Mengetahui bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan.” (Al-Hijr 97)

 

Lisan mampu menyebar kebaikan, membangkitkan semangat dan mendinginkan hati seseorang. Namun ia juga bisa menyayat dan merobek hati. Bahkan organ kecil dalam tubuh manusia ini bisa membunuh jiwa dan karakter seseorang.

Tak heran jika berulang kali Allah Berfirman kepada Nabi untuk bersabar menghadapi omongan orang-orang di sekitar beliau.

فَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ -١٣٠-

“Maka sabarlah engkau (Muhammad) atas apa yang mereka katakan.” (Thaha 130)

فَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ -٣٩-

“Maka bersabarlah engkau (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhan-mu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam.” (Qaf 39)

وَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْراً جَمِيلاً -١٠-

“Dan bersabarlah (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik.” (Al-Muzzammil 10)

فَلَا يَحْزُنكَ قَوْلُهُمْ -٧٦-

“Maka jangan sampai ucapan mereka membuat engkau (Muhammad) bersedih hati.” (Yasin 76)

 

Karenanya, jangan pernah kita meremehkan perkataan yang terucap dari lisan. Sungguh perkataan itu bisa menghidupkan sekaligus membunuh. Mari kita membiasakan diri untuk berpikir sebelum berucap, karena setiap perkataan akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah swt. Bahkan, hal yang kita anggap remeh ini akan menjadi besar dihadapan Allah swt.

إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُم مَّا لَيْسَ لَكُم بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّناً وَهُوَ عِندَ اللَّهِ عَظِيمٌ -١٥-

“(Ingatlah) ketika kamu menerima (berita bohong) itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit pun, dan kamu menganggapnya remeh, padahal dalam pandangan Allah itu soal besar.” (An-Nur 15)

Semoga tidak ada yang keluar dari lisan kita kecuali kebaikan dan kesejukan di hati manusia.

Komentar

LEAVE A REPLY