Dibalik Kecantikan Bidadari Surga

khazanahalquran.com – Berbicara tentang bidadari surga tidak hanya berbicara tentang makhluk Allah yang cantik, elok dan menawan. Bila kita jeli melihat ayat-ayat Al-Qur’an maka akan kita temukan fakta bahwa Al-Qur’an sering kali mendahulukan sifat keindahan batin para bidadari tersebut daripada keelokan dzahir mereka.

Seperti ayat-ayat berikut ini,

وَعِنْدَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ عِينٌ – كَأَنَّهُنَّ بَيْضٌ مَكْنُونٌ

“Dan di sisi mereka ada (bidadari-bidadari) yang bermata indah, dan membatasi pandangannya, seakan-akan mereka adalah telur yang tersimpan dengan baik.” (QS.Ash-Shaffat:48)

فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ – فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ – كَأَنَّهُنَّ الْيَاقُوتُ وَالْمَرْجَانُ

Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang membatasi pandangan, yang tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan. (QS.Ar-Rahman:56-58)

Ayat-ayat ini mengisyaratkan bahwa kecantikan dan kemolekan tubuh bidadari diletakkan pada posisi nomer dua setelah keindahan akhlak dan batin mereka. Karena wanita disebut mulia ketika ia mampu menjaga diri dan kehormatannya.

Kita sadar bahwa kecantikan saja tidak cukup untuk memberikan kebahagiaan dan ketenangan hati kepada pasangan. Secantik apapun pasangan tidak akan pernah mampu menyenangkan hati kita bila memiliki akhlak yang buruk dan tidak mampu menjaga diri. Keburukan akhlaknya akan menutup kecantikan wajahnya.

Kemuliaan wanita tidak dinilai dari kecantikan wajah atau kemolekan tubuh. Kemuliaan itu dinilai dari sebesar apa ia mampu menjaga diri dan kehormatannya.

Bagaimana ia mampu menjaga pandangannya dan menjaga dirinya dari pandangan orang lain.

Bagaimana ia mampu menyuguhkan akhlak dan kesantunan.

Bagaimana ia mampu memberikan kata-kata yang menyenangkan yang bersumber dari hati yang bersih.

Semoga bermanfaat

Komentar

LEAVE A REPLY