Khazanahalquran.com – Secerdik apapun seorang manusia, ia tidak mampu untuk membohongi dirinya sendiri. Allah Berfirman,

بَلِ الإنْسَانُ عَلَى نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ – وَلَوْ أَلْقَى مَعَاذِيرَهُ

“Bahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri. dan meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.” (QS.al-Qiyamah:14-15)

Ayat ini singkat, padat namun menyimpan berbagai makna. Dan pelajaran yang dapat kita ambil dari ayat ini adalah:

1. Yakini bahwa kita tidak mampu membohongi diri kita sendiri. Apapun alasan yang kita sampaikan, mungkin orang lain tidak tau jika kita bersalah. Tapi diri kita tidak bisa dibohongi.

2. Di hari kiamat, sebaik2 saksi di hari kiamat adalah dirinya sendiri. Seperti ayat lain yang menjelaskan bahwa anggota badan manusia pasti bersaksi atas semua yang ia lakukan semasa hidupnya.

اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا

“Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghisab atas dirimu.” (QS.al-Isra’:14)

3. Jika kita tdk mampu berbohong kepada diri sendiri bagaimana akan berbohong kepada Allah yang Menciptakan dan Mengetahui seluruhnya, bahkan Mengetahui apa yang tersirat dibenak kita.

وَأَسِرُّوا قَوْلَكُمْ أَوِ اجْهَرُوا بِهِ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

“Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati.” (QS.al-Mulk:13)

4. Hiduplah dengan apa adanya, hiduplah dengan wajar tanpa sandiwara. Memang kita tidak boleh menampakkan aib, tapi jangan pernah berbangga jika telah mampu menutupi aib dan kesalahan kita. Kemudian kita tidak belajar untuk memperbaiki aib kita sendiri.

Semoga ayat ini menjadi bahan renungan kita untuk menjadi lebih baik, karena apapun alasan yang akan kita berikan, diri tak akan pernah bisa dibohongi.

Komentar

LEAVE A REPLY