Khazanahalquran.com – Sebelumnya kita telah menyebutkan berbagai binatang yang dikisahkan dalam Al-Qur’an. Mari kita simak kelanjutannya,

 

10. Nabi Sulaiman mendengar suara semut yang berbicara kepada rakyatnya.

قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Berkatalah seekor semut, “Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” (QS.an-Naml:18)

 

11. Allah Menggunakan nyamuk sebagai contoh.

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَحْيِي أَن يَضْرِبَ مَثَلاً مَّا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا

“Sesungguhnya Allah tidak segan Membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu.” (QS.al-Baqarah:26)

 

12.  Allah Menggunakan anjing dan keledai sebagai perumpamaan ulama’ su’.

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَـكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِن تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَث

Dan sekiranya Kami Menghendaki niscaya Kami Tinggikan (derajat)nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya (yang rendah), maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya ia menjulurkan lidahnya (juga). (QS.al-A’raf:176)

مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَاراً

“Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa Taurat, kemudian mereka tidak membawanya (tidak mengamalkannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal.” (QS.al-Jumu’ah:5)

 

13. Allah Memberikan ilham kepada lebah.

وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتاً وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ

Dan Tuhan-mu mengilhamkan kepada lebah, “Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.” (QS.an-Nahl:68)

 

14. Hewan adalah perantara untuk mengenal Allah swt.

أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ

“Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana diciptakan?” (QS.al-Ghasiyyah:17)

 

15. Hewan adalah salah satu perantara siksaan Allah swt.

a. Burung Ababil menyerang pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah dan melempari mereka dengan batu hingga pasukan ini binasa.

وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْراً أَبَابِيلَ

“Dan Dia Mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong.” (QS.al-Fiil:3)

b. Di zaman Nabi Musa as, binatang juga dijadikan perantara untuk mengirimkan adzab.

فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوفَانَ وَالْجَرَادَ وَالْقُمَّلَ وَالضَّفَادِعَ وَالدَّمَ آيَاتٍ مُّفَصَّلاَتٍ

“Maka Kami Kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang jelas.” (QS.al-A’raf:133)

 

16. Salah satu Syiar Allah yang agung adalah ibadah Haji. Dan salah satu bagian dari manasik Haji adalah dengan menyembelih sebagian hewan yang dijadikan sebagai kurban.

وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُم مِّن شَعَائِرِ اللَّهِ

“Dan unta-unta itu Kami Jadikan untukmu bagian dari syiar agama Allah.” (QS.al-Hajj:36)

 

17. Allah Menjadikan hewan sebagai alat transportasi manusia.

وَالْخَيْلَ وَالْبِغَالَ وَالْحَمِيرَ لِتَرْكَبُوهَا وَزِينَةً وَيَخْلُقُ مَا لاَ تَعْلَمُونَ

“Dan (Dia telah Menciptakan) kuda, bagal, dan keledai, untuk kamu tunggangi dan (menjadi) perhiasan. Allah Menciptakan apa yang tidak kamu ketahui.” (QS.an-Nahl:8)

 

18. Dalam beberapa riwayat, Rasulullah saw memasuki sebuah gua dalam perjalanan hijrah beliau. Lalu Allah Mengirim seekor laba-laba untuk membuat sarang demi menutupi pintu masuk dari gua tersebut. Dengan adanya sarang laba-laba itu orang-orang kafir tidak akan mengira bahwa Rasulullah saw ada didalamnya.

إِلاَّ تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللّهُ

“Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), sesungguhnya Allah telah Menolongnya.” (QS.at-Taubah:40)

 

Selain ayat-ayat yang disebutkan diatas, nama-nama Surat dalam Al-Qur’an pun dihiasi dengan nama-nama binatang. Seperti surat Al-Baqarah (sapi betina), Al-An’am (hewan ternak), An-Nahl (lebah), An-Naml (semut), Al-Ankabut (laba-laba, Al-Fiil (gajah). Selain itu juga disebutkan sebuah ayat tentang manfaat hewan untuk berburu.

Dan untuk menutup kajian ini, Allah pernah Menggunakan perumpamaan bagi mereka yang tidak menggunakan akal, hati, pendengaran dan penglihatannya untuk menerima kebenaran seperti hewan ternak. Bahkan lebih hina dan lebih sesat.

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيراً مِّنَ الْجِنِّ وَالإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لاَّ يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَّ يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لاَّ يَسْمَعُونَ بِهَا أُوْلَـئِكَ كَالأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

“Dan sungguh, akan Kami Isi neraka Jahannam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.” (QS.al-A’raf:179)

 

Inilah sekelumit tentang dunia binatang dalam Al-Qur’an. Semoga dapat menambah khazanah keilmuan kita dan semakin membuat kita akrab dengan kitab suci ini.

Komentar

LEAVE A REPLY