Khazanahalquran.com – Kali ini kita akan kembali mengupas ayat-ayat pendek dari Al-Qur’an yang menyimpan pelajaran yang begitu berharga. Allah swt Berfirman,

وَقُلْ جَاء الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقاً

Dan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap. (QS.al-Isra’:81)

Ayat ini begitu singkat, padat dan tegas. Sekaligus menjadi kabar gembira bagi para penyeru kebenaran dan para pengikutnya. Kiranya satu ayat ini sudah cukup menjadi pegangan bagi mereka.

Pelajaran yang dapat kita ambil dari ayat ini adalah :

1. Kekalnya kebenaran dan musnahnya kebatilan adalah Sunnatullah. Bukan lagi hayalan, perkiraan atau angan-angan. Sunnatullah adalah hukum alam yang pasti terjadi.

فَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَبْدِيلاً وَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَحْوِيلاً

“Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi Sunnah Allah, dan tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi ketentuan Allah itu.” (QS.Fathir:43)

Karena itu, sedikit banyaknya pengikut kebenaran tidaklah menjadi masalah. Karena kebenaran itu bagaikan air yang dibutuhkan seluruh manusia. Sementara kebatilan bagaikan buih yang hanya fatamorgana.

كَذَلِكَ يَضْرِبُ اللّهُ الْحَقَّ وَالْبَاطِلَ فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاء وَأَمَّا مَا يَنفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الأَرْضِ

“Demikianlah Allah Membuat perumpamaan tentang yang benar dan yang batil. Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi.” (QS.ar-Ra’d:17)

Para nabi pun diutus untuk menyampaikan dengan gamblang bahwa kebenaran akan menang dan kebatilan akan sirna.

2. Kebenaran harus tampil di medan, baru kemudian kebatilan akan hancur. Para penyihir Fir’aun tampak hebat dengan tipuan-tipuan mereka, namun disaat datang tongkat Nabi Musa as seketika semua kehebatan itu hancur.

3. Ayat ini menggunakan kata ja’a dari bentuk fi’il madhi yang memiliki makna bahwa kemenangan Al-Haq dan kehancuran Al-Batil itu pasti terjadi.

4. Pelajaran terpenting dari ayat ini adalah jangan pernah pesimis dan takut. Jika kita telah berada diatas jalur kebenaran, maka jangan pernah minder dengan permainan kebatilan yang tampak hebat. Jangan pernah takut dengan penampilan kebatilan yang tampak perkasa. Karena semua itu hanyalah buih yang tak memiliki kekuatan.

Apa yang hendak kita takutkan jika Sunnatullah telah menetapkan bahwa hanya kebenaran yang akan kekal dan jaya?

Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu bersama kebenaran.

 

Komentar

LEAVE A REPLY