Khazanahalquran.com – Sebagai seorang muslim, tentu kita sedang berlomba dan bergegas dalam kebaikan. Setiap dari kita ingin menjadi yang terbaik dan yang terdepan.

Kali ini kita akan melihat siapakah yang disebut oleh Allah sebagai orang-orang yang sedang bergegas menuju kebaikan? Dalam Surat Al-Mukminun, Allah Menyebutkan tanda-tanda orang yang bergegas dalam kebaikan dalam Firman-Nya,

إِنَّ الَّذِينَ هُم مِّنْ خَشْيَةِ رَبِّهِم مُّشْفِقُونَ

وَالَّذِينَ هُم بِآيَاتِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ

وَالَّذِينَ هُم بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُونَ

 وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوا وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ

أُوْلَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ

1. Sungguh, orang-orang yang karena takut kepada Tuhan-nya, mereka sangat berhati-hati,

2. Dan mereka yang beriman dengan tanda-tanda (kekuasaan) Tuhan-nya,

3. Dan mereka yang tidak mempersekutukan Tuhan-nya,

4. Dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan (sedekah) dengan hati penuh rasa takut (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan-nya,

Mereka itu bersegera dalam kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya.

(QS.Al-Mukminun: 57-61)

  Dalam ayat ini akan kita temukan 4 tanda orang-orang yang bergegas dalam kebaikan yaitu,

  1. Takut kepada Allah.
  2. Beriman kepada-Nya.
  3. Tidak menyekutukan-Nya.
  4. Berbuat kebaikan namun tetap takut kepada-Nya.

 

Kita akan berhenti pada poin yang ke-empat. Salah satu tanda orang yang bergegas dalam kebaikan adalah “berbuat sesuatu namun tetap takut kepada Allah”. Apa maksud dari tanda ini?

Biasanya, ketika seseorang telah melakukan suatu kebaikan, ia mulai menepuk dada dan merasa telah melakukan banyak hal. Merasa telah menjadi yang terdepan dalam kebaikan. Merasa menjadi orang yang paling mulia di Mata Allah swt. Tapi ternyata, kesombongan itu membuat kebaikannya sia-sia.

Karena tanda orang yang berlomba dalam kebaikan menurut Al-Qur’an adalah mereka yang berbuat baik namun tetap merasa kurang. Sebanyak apapun kebaikan yang pernah ia lakukan, ia selalu merasa belum melakukan apa-apa. Hatinya tetap takut kepada Allah swt.

Rangkaian ayat ini juga menjadi jawaban atas dua ayat sebelumnya. Yang bercerita tentang anggapan sebagian orang yang merasa diberi kebaikan oleh Allah karena memiliki kelebihan harta dan anak.

َيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُم بِهِ مِن مَّالٍ وَبَنِينَ -٥٥- نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَل لَّا يَشْعُرُونَ -٥٦-

“Apakah mereka mengira bahwa Kami Memberikan harta dan anak-anak kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami segera Memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? (Tidak), tetapi mereka tidak menyadarinya.” (QS.Al-Mukminun: 55-56)

Sementara ayat-ayat selanjutnya menjelaskan bahwa orang-orang yang mendapat kebaikan itu adalah mereka yang takut kepada Allah, beriman kepada-Nya, tidak mensekutukan-Nya serta selalu merasa kurang dengan kebaikan apapun yang pernah ia lakukan.

Mereka itu bersegera dalam kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya.

Komentar

1 KOMENTAR

  1. assalamualaikum ustad sungguh sgt berkesan ape yg ustad katakan..bg kete manusia harus selalu melakukan kebaikan biar pun seekecil ape pun..dan lupekan ape2 kebaikan yg kite telah lakukan..tapi ingatlah selalu ape2 kejahatan yg pernah kite lakukan setiap detik kehidupan kite ini..

LEAVE A REPLY