Khazanahalquran.com – Kehidupan manusia tak pernah terlepas dari bisikan dan gangguan setan. Namun dari sekian banyak ayat Al-Qur’an yang membicarakan tentang hubungan setan dengan manusia, ada satu ayat yang menyebutkan kelompok manusia yang disebut “saudara setan”.

Menjadi saudara setan artinya bukan lagi mendapat gangguan setan namun telah sampai pada tahap bergerak dan mendukung rencana setan. Siapakah yang disebut saudara setan itu?

Allah swt Berfirman,

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُواْ إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُوراً

“Sesungguhnya orang-orang yang pemboros (menghamburkan harta) itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhan-nya.” (QS.al-Isra’:27)

Kelompok yang disebut saudara setan oleh Al-Qur’an adalah mereka yang suka menghamburkan hartanya untuk hal-hal yang sia-sia dan mengeluarkannya bukan pada tempatnya. Tentu label “saudara setan” bukanlah hal yang main-main.

Kenapa sampai disebut saudara setan?

Karena ada kesamaan antara perbuatan menghamburkan harta dengan perbuatan setan. Orang yang suka menghamburkan hartanya berarti ia telah mengingkari nikmat Allah swt. Artinya, dia sama sekali tidak menghargai Sang Pemberi Nikmat.

Ingkar terhadap nikmat Allah itulah yang membuatnya sejalan dengan setan. Karena itu Allah Mengakhiri ayat ini dengan kalimat “dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhan-nya.” Kalimat ini memberi isyarat bahwa orang yang menghamburkan hartanya termasuk golongan orang-orang yang ingkar.

Dalam ayat lain Allah Berfirman,

وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَاناً فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ

“Dan barangsiapa berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha Pengasih (al-Quran), Kami Biarkan setan (menyesatkannya) dan menjadi teman karibnya.” (QS.az-Zukhruf:36)

 

Seorang mukmin adalah saudara bagi mukmin lainnya. Namun seorang yang mubadzir adalah saudara setan.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

“Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara.” (QS.al-Hujurat:10)

Seorang pemboros yang suka menghamburkan hartanya tidak layak mendapatkan penghormatan karena perbuatannya bukanlah kedermawanan. Bahkan dalam urusan infaq pun, Allah Melarang hamba-Nya untuk boros dan memberikan seluruh hartanya.

وَلاَ تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَى عُنُقِكَ وَلاَ تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُوماً مَّحْسُوراً

“Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan jangan (pula) engkau terlalu mengulurkannya (sangat pemurah) nanti kamu menjadi tercela dan menyesal.” (QS.al-Isra’:29)

 

Maka janganlah kikir dan jangan boros. Jadikan diri kita berada ditengah. Melakukan segala sesuatu dengan seimbang. Syukuri nikmat Allah dan hargai pemberian-Nya. Jangan hamburkan nikmat itu dengan sia-sia.

Adakah dari kita yang ingin menjadi saudara setan? Semoga Allah Menjauhkan kita dari godaan serta bisikan busukya.

Komentar

LEAVE A REPLY