Khazanahalquran.com – Manusia dikatakan hidup saat masih memiliki harapan. Jika harapan telah sirna, maka tak ubahnya ia seperti mayat yang berjalan. Setelah berbagai dosa, kesalahan dan kekurangan yang ia lakukan. Manusia juga sangat butuh kepada harapan atas ampunan dan pemberian maaf dari Allah swt.

Karenanya, kita akan temukan kata (غَفُورٌ رَحِيمٌ) –Maha Pengampun Maha Penyayang- diulang sebanyak lebih dari 50 kali di dalam Al-Qur’an, yaitu:

Kata (وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ) disebutkan sebanyak 13 kali.

Kata (إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ) disebutkan sebanyak 12 kali.

Kata (فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ) disebutkan sebanyak 8 kali

Dan kata lainnya dapat kita temukan dalam ayat-ayat suci yang berbicara tentang kasih sayang dan ampunan Allah swt. Seperti perkataan para nabi yang diabadikan didalam Al-Qur’an berikut ini:

(إِنَّ رَبِّي رَحِيمٌ وَدُودٌ)

(إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ)

 

Setan selalu menghembuskan bisikan putus asa pada diri manusia agar mereka tidak berpikir lagi untuk kembali kepada Allah swt. Sifat Maha Pengampun dan Maha Penyayang diulang berkali-kali untuk selalu memberi harapan kepada manusia. Allah ingin selalu mengingatkan bahwa seburuk apapun manusia, Allah masih membuka lebar pintu maaf-Nya.

Jangan pernah berputus asa dengan rahmat Allah, karena putus asa itu jauh lebih berdosa dari kesalahan yang pernah kita lakukan.

Komentar

LEAVE A REPLY