Inikah Tolak Ukur Kemuliaan di Mata Kita?

khazanahalquran.com – Al-Qur’an mengingatkan kepada kita contoh manusia-manusia yang tertipu oleh tipuan dunia. Mereka menilai kemuliaan seseorang bergantung dari banyaknya harta, tingginya kedudukan dan kelebihan-kelebihan materialistis saja. Bahkan mereka beranggapan bahwa Allah memuliakan hamba yang kaya dan memiliki kedudukan. Dan sebaliknya Allah menghinakan orang-orang yang miskin dan papa.

Berikut ini adalah contoh yang disajikan oleh Al-Qur’an tentang tipe manusia yang memandang kemuliaan hanya dari sisi duniawi saja :

1. Fir’aun memprovokasi masyarakat untuk tidak mempercayai Nabi Musa as karena Allah tidak memberi beliau perhiasan dari emas.

فَلَوْلَا أُلْقِيَ عَلَيْهِ أَسْوِرَةٌ مِنْ ذَهَبٍ أَوْ جَاءَ مَعَهُ الْمَلَائِكَةُ مُقْتَرِنِينَ

“Maka mengapa dia (Musa) tidak dipakaikan gelang dari emas atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya?” (QS.Az-Zukhruf:53)

Begitupula ucapan Fir’an yang dikutip dalam ayat lainnya,

أَمْ أَنَا خَيْرٌ مِنْ هَٰذَا الَّذِي هُوَ مَهِينٌ وَلَا يَكَادُ يُبِينُ

“Bukankah aku lebih baik dari orang (Musa) yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya)?” (QS.Az-Zukhruf:52)

Fir’aun ingin menegaskan bahwa mana mungkin orang yang miskin dan hina bisa menjadi nabi utusan Allah. Karena kemuliaan baginya hanya dari sisi materi saja.

2. Orang-orang musyrik di zaman Nabi Nuh as adalah orang-orang kaya yang menolak kenabian Nuh karena pengikut nuh “orang-orang hina” di mata mereka. Penolakan itu muncul karena pengikut Nuh adalah kaum fuqara’ dan bukan orang-orang ternama.

قَالُوا أَنُؤْمِنُ لَكَ وَاتَّبَعَكَ الْأَرْذَلُونَ

Mereka berkata, “Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu orang-orang yang hina?” (QS.Asy-Syu’ara:111)

3. Bani Israil menolak nabi mereka karena mengangkat panglima bernama Tholut. Hanya karena Tholut bukan dari golongan orang kaya.

قَالُوا أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِنَ الْمَالِ

Mereka menjawab, “Bagaimana Thalut memperoleh kerajaan atas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu daripadanya, dan dia tidak diberi kekayaan yang banyak?” (QS.Al-Baqarah:247)

4. Konglomerat mekah menolak Nabi Muhammad saw karena beliau bergaul dengan orang-orang miskin dan hina.

Mereka berkata kepada Rasulullah saw,

“Engkau berkumpul dengan orang-orang rendahan dan kami terganggu dengan bau mereka. Kami tidak akan mengikutimu kecuali engkau menjauhi mereka.”

Selain itu mereka juga merendahkan Al-Qur’an dengan kata-kata yang tidak pantas. Dan al-Qur’an pun mengancam serta merendahkan mereka.

Kemudian Allah memerintahkan Rasulullah saw untuk bersabar menghadapi cacian mereka.

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas. (QS.Al-Kahfi:28)

Itulah tolok ukur kemulian menurut para penyembah dunia. Sementara Islam meletakkan tolok ukur kemuliaan bukan dari harta, kedudukan, nasab dan kelebihan-kelebihan duniawi lainnya. Tolok ukur kemuliaan di mata Islam adalah sejauh mana seorang hamba dekat kepada Allah swt.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.” (QS.al-Hujurat:13)

Semoga bermanfaat…

Komentar

LEAVE A REPLY