Khazanahalquran.com – Salah satu nama dari nama-nama hari kiamat adalah “Hari Penyesalan”. Disaat semua kesempatan telah tertutup dan hanya tersisa pertanggung jawaban. Di hari itu semua orang akan menyesal. Pelaku keburukan menyesali dosa dan kesalahannya sementara orang-orang baik juga menyesal, andai dulu mereka lebih banyak melakukan kebaikan. Allah swt berfirman,

وَأَنذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ الْأَمْرُ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ وَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

“Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus, sedang mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman.(QS.Maryam:39)

 

Di hari itu orang-orang yang dzalim berusaha menyembunyikan penyesalan mereka ketika melihat adzab yang begitu dahsyat.

وَلَوْ أَنَّ لِكُلِّ نَفْسٍ ظَلَمَتْ مَا فِي الأَرْضِ لاَفْتَدَتْ بِهِ وَأَسَرُّواْ النَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُاْ الْعَذَابَ

“Dan kalau setiap orang yang zalim itu (mempunyai) segala yang ada di bumi, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. (QS.Yunus:54) *Juga pada ayat (Saba’:33)

 

Kita akan temukan banyak sekali kalimat-kalimat penyesalan yang diabadikan didalam Al-Qur’an. Kalimat itu diucapkan oleh orang-orang yang celaka di hari kiamat. Dan ucapan penyesalan itu selalu disertai kalimat (يَا لَيْتَنِي) “Sekiranya aku ….” ataupun (يَا لَيْتَنَا) “Sekiranya kami ….”.

Mari kita simak ayat-ayat berikut :

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً

“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit dua jarinya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, “Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul.” (QS.al-Furqan:27)

يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً

“Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab (ku).” (QS.al-Furqan:28)

وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيهْ

Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata, “Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku.” (QS.al-Haqqah:25)

إِنَّا أَنذَرْنَاكُمْ عَذَاباً قَرِيباً يَوْمَ يَنظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنتُ تُرَاباً

Sesungguhnya Kami telah Memperingatkan kepadamu (orang kafir) azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, “Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah.” (QS.an-Naba’:40)

يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

Dia berkata, “Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini.” (QS.al-Fajr:24)

وَلَوْ تَرَىَ إِذْ وُقِفُواْ عَلَى النَّارِ فَقَالُواْ يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ وَلاَ نُكَذِّبَ بِآيَاتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Dan seandainya engkau (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata, “Seandainya kami dikembalikan (ke dunia) tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman.” (QS.al-An’am:27)

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا

Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, “Wahai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.” (QS.al-Ahzab:66)

 

Sungguh penyesalan yang tak berarti. Sebesar apapun penyesalan yang mereka ungkapkan tidak akan mampu merubah keadaan mereka di hari itu. Sementara kita masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Maka mari kita berlomba untuk menabung amal dan berubah untuk menjadi lebih baik sebelum datangnya hari penyesalan. Tidak ada yang dapat merubah nasib kita di hari itu, karena yang tersisa hanya pertanggung jawaban.

Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung di hari pembalasan.

Komentar

LEAVE A REPLY