Ketika Kita Menanggung Dosa Orang Lain…

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman,

وَلَيَحْمِلُنَّ أَثْقَالَهُمْ وَأَثْقَالًا مَعَ أَثْقَالِهِمْ ۖ وَلَيُسْأَلُنَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَمَّا كَانُوا يَفْتَرُونَ

Dan mereka benar-benar akan memikul dosa-dosa mereka sendiri, dan dosa-dosa yang lain bersama dosa mereka, dan pada hari Kiamat mereka pasti akan ditanya tentang kebohongan yang selalu mereka ada-adakan. (QS.Al-Ankabut:13)

Disaat kita melakukan keburukan, terkadang kita berpikir keburukan ini hanya berpengaruh negatif kepada diri kita sendiri. Kita menganggap dosa kita berhenti hanya di perbuatan itu saja.

Padahal ada satu hal yang mungkin tak terpikirkan. Berhati-hatilah ketika kita mengajak orang lain untuk ikut berbuat keburukan.

Jangan anggap semuanya usai setelah kita berbuat buruk ! Jika ada seorang yang ter-inspirasi untuk melakukan hal yang sama karena ajakan kita, maka kita pun turut menanggung dosa orang tersebut.

Ayat diatas dengan gamblang menyebutkan,

“Dan mereka benar-benar akan memikul dosa-dosa mereka sendiri, dan dosa-dosa yang lain bersama dosa mereka…”

Yakni kita juga akan menanggung dosa orang-orang yang berbuat keburukan karena ajakan kita atau karena terinspirasi oleh perbuatan kita.

Maka tak heran jika hari pembalasan disebut sebagai “Yauman Tsaqila”, yaitu hari yang begitu berat. Karena di hari itu kita turut menanggung dosa orang lain yang terbawa oleh ajakan kita.

Sementara tidak ada seorang pun yang mau menolong dan meringankan beban kita. Mereka yang merayu dan mengajak untuk memilih jalan keburukan di dunia, tiba-tiba berlepas tangan dan tidak mau bertanggung jawab atas kondisi kita.

إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُوا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا وَرَأَوُا الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْأَسْبَابُ

(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti berlepas tangan dari orang-orang yang mengikuti, dan mereka melihat azab, dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus. (QS.Al-Baqarah:166)

Bahkan Iblis pun berlepas tangan dari semua dosa yang kita lakukan karena rayuannya.

ۖ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلَّا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي ۖ فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ

“Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. (QS.Ibrahim:22)

Jika tidak bisa mencontohkan yang baik maka janganlah mencontohkan keburukan. Jika tidak bisa mengajak yang baik, maka jangan mengajak untuk berbuat buruk. Jangan tambah beban di akhirat dengan menanggung dosa-dosa orang lain karena perilaku kita.

Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan menyelamatkan kita di hari yang berat tersebut.

Komentar

LEAVE A REPLY