Khazanahalquran.com – Islam datang untuk memberi kemudahan bukan untuk menyulitkan. Karena salah satu kaidah pasti dalam Al-Qur’an adalah “Allah tidak akan Memberi beban kepada seorang hamba diluar batas kemampuannya.”

Allah tidak pernah memberi kewajiban yang memberatkan ataupun menyulitkan hamba-Nya. Dalam arti semua kewajiban yang dibebankan kepada seorang muslim adalah sesuatu yang mampu dilakukkan. Allah swt Berfirman,

وَلَا نُكَلِّفُ نَفْساً إِلَّا وُسْعَهَا وَلَدَيْنَا كِتَابٌ يَنطِقُ بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

“Dan Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kemampuannya, dan pada Kami ada suatu catatan yang menuturkan dengan sebenarnya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan).” (QS.al-Mukminun:62)

 

Kita akan temukan kalimat (لَا نُكَلِّفُ نَفْساً إِلَّا وُسْعَهَا) “Dan Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kemampuannya” dalam lafadz yang sama dalam surat Al-An’am 152 dan Al-A’raf 42. Sementara ayat yang memiliki kandungan yang sama dengan lafadz yang berbeda dapat kita temukan dalam surat Al-Baqarah 233 dan At-Talaq 7. Semua ayat-ayat diatas ingin menekankan sebuah kaidah bahwa semua ketentuan Allah sesuai dengan kemampuan manusia.

Dan pelajaran yang dapat kita ambil dari ayat diatas adalah :

1. Berlomba dalam kebaikan adalah sesuatu yang diperintahkan oleh Islam. Namun tetap melampaui batas atau berlebihan dalam melakukan sesuatu tidaklah dianjurkan. “melainkan menurut kemampuannya…”

2. Setiap manusia mendapatkan perintah yang berbeda-beda. Yakni setiap manusia mendapatkan kewajiban sesuai kemampuan fisik, harta, ilmu dan lain sebagainya. Seperti halnya orang miskin yang tidak diwajibkan untuk mengeluarkan sesuatu dari hartanya seperti kewajiban yang diterima orang-orang kaya. “melainkan menurut kemampuannya…”

3. Ayat ini mengajarkan agar jangan minder dan merasa hina karena merasa tidak mampu melakukan kewajibannya. Terkadang seorang miskin merasa hina karena tidak bisa menunaikan ibadah haji atau tak mampu membayar zakat. Sementara ayat ini menangkis semua anggapan itu. Seakan ingin menyampaikan “Wahai manusia tenanglah, karena engkau hanya diminta untuk melakukan apa yang mampu kau lakukan.”

4. Semua ciptaan Allah itu tercipta dengan teratur dan rapi. “dan pada Kami ada suatu catatan…”. Penggalan ayat ini ingin mengisyaratkan banyak pelajaran berharga dalam hal managemen dan pengelolaan, yaitu:

Pertama, kenali kemampuan masing-masing baru kemudian berikan tugas dan kewajiban sesuai dengan kemampuannya. “Dan Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kemampuannya..”

Kedua, jangan lupa untuk melakukan pengontrolan yang jeli dalam setiap tugas yang telah diberikan. “dan pada Kami ada suatu catatan yang menuturkan dengan sebenarnya…”

Ketiga, berikan keadilan dalam memberi upah ataupun sanksi dalam setiap pekerjaan yang dilakukan. “dan mereka tidak dizalimi (dirugikan)”

 

Inilah beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari Surat Al-Mukminun ayat 62. Semoga kita tidak pernah bosan untuk selalu menimba ilmu dari ayat-ayat suci Al-Qur’an. Dan semoga kita dapat mengamalkan semua ilmu yang kita miliki.

Komentar

LEAVE A REPLY