Khazanahalquran.com – Pada bagian pertama, kita telah melihat 4 ayat dalam Al-Qur’an yang menggunakan kata Jahiliyah. Mulai dari pola pikir jahiliyah, hukum jahiliyah, pakaian wanita jahiliyah hingga fanatisme jahiliyah. Dan jika 4 hal ini terkumpul dalam satu masyarakat, sungguh mereka sedang berjalan menuju kehancuran.

Sekarang kita akan mencoba membandingkan antara Masa Jahiliyah sebelum kedatangan islam dan Masa Jahiliyah pada abad 21. Manakah yang lebih parah? Manakah yang lebih bejat? Manakah yang lebih jahiliyah?

Kita simak bersama !

Bentuk-Bentuk Perbuatan Jahiliyah

Ketika mendengar kata Jahiliyah, apa yang terpikir di benak kita? Pasti bermacam perilaku bodoh, bengis, kejam dan tak bermoral yang bercampur menjadi satu. Dan kali ini kita akan membahas perbuatan yang dominan dalam masa jahiliyah.

  1. Menyembah Selain Allah

Dulu : Sebelum kedatangan islam, berhala-berhala menghiasi seluruh kota mekah bahkan di dalam kompleks Ka’bah sekalipun. Mereka berduyun-duyun menyembah patung yang terbuat dari berbagai macam bahan.

Bahkan ada patung yang terbuat dari makanan. Dan jika musim paceklik tiba, mereka akan memakan tuhan mereka sedikit demi sedikit. Sungguh pemikiran mereka begitu terbelakang hingga menyembah tuhan yang mereka ciptakan dan menjadi makanan di masa sulit.

Sekarang : Jahiliyah abad 21 ternyata lebih parah dari sebelumnya. Bukan lagi menyembah patung, apapun disembah di zaman ini. Mulai dari harta dan kedudukan bahkan seseorang rela menyembah sesama manusia. Buktinya, banyak orang yang siap melanggar aturan Allah demi kerelaan sesama manusia.

  1. Hukum Rimba

Dulu : Yang kuat menindas yang lemah. Yang kaya menindas orang-orang miskin. Yang memiliki kedudukan dan harta mendapat kekebalan hukum, tidak bisa disalahkan sedikitpun.

Sekarang : Hukum rimba di zaman dulu masih terus diterapkan di zaman ini, bahkan lebih kejam. Yang kuat bukan lagi menindas yang lemah, mereka kini menjadi Tuhan yang harus keinginannya harus dipatuhi. Tidak ada kesempatan bagi yang lemah untuk berbicara. Keinginan yang berkuasa adalah keputusan yang tidak bisa diganggu gugat.

  1. Barometer Kemuliaan adalah Kasta, Harta dan Jabatan.

Dari sejak masa jahiliyah kuno hingga jahiliyah modern, kemuliaan manusia hanya di ukur dengan nasab, harta dan kedudukan. Tidak ada ruang untuk kebaikan dan takwa. Kasta rendahan selalu berada dibawah. Orang miskin tak layak berpendapat. Jabatan rendah tak akan pernah didengar. Bukankah Al-Qur’an mencatat kesombongan orang-orang yang merasa “mulia” dengan penghinaan mereka kepada yang “rendah”?

وَكَانَ لَهُ ثَمَرٌ فَقَالَ لِصَاحِبِهِ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَنَا أَكْثَرُ مِنكَ مَالاً وَأَعَزُّ نَفَراً -٣٤-

Dan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-cakap dengan dia, “Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikutku lebih kuat.” (Al-Kahf 34)

  1. Kebejatan Tersebar Luas.

Dulu : Masa jahiliyah identik dengan minuman keras, perzinahan, penipuan dan yang paling terkenal adalah anak perempuan dikubur hidup-hidup karena dianggap sebagai aib. Kebejatan begitu merajalela, kehidupan begitu gelap tanpa cahaya. Kebaikan menjadi hal yang tabu dan kenistaan menjadi wajar.

Sekarang : Kita menganggap masa jahiliyah yang dulu begitu bejat dan kejam. Tapi sadarkah kita, masa jahiliyah modern ini menyimpan cerita yang lebih kejam dan kebejatan yang semakin meluas. Bayangkan saja, jika dulu tempat pelacuran ditandai dengan bendera merah, sekarang sudah berubah menjadi Akuarium yang terlihat jelas dari luar.

Jika dulu perzinahan memiliki tempat, sekarang dimana saja orang bisa berzina. Bahkan pornografi telah masuk ke dalam setiap ruangan di rumah kita. Jika dulu anak perempuan dikubur hidup-hidup. Kini tak pandang gender, bayi perempuan atau lelaki telah menjadi korban aborsi. Tidak hanya dikubur, bayi-bayi tak berdosa itu sering ditemukan dijalanan bahkan di WC kamar mandi.

  1. Penuhnya Khurofat.

Dulu : Kisah para penguasa tak pernah lepas dari peran para tukang sihir dan dukun. Mereka begitu mempercayai khurofat dan menuruti nasehat dari dukun-dukun tersebut. Tak hanya penguasa, masyarakat pun percaya dengan hal-hal gaib dan pertolongan dari jin atau setan.

Sekarang : Pekerjaan sebagai dukun tidak pernah kadaluarsa. Hingga kini masih banyak orang yang mendatangi dukun untuk meminta pertolongan. Bahkan dukun zaman ini tak lagi seram dan serba hitam. Para penyihir mulai mengikuti tren dengan pakaian yang rapi dan indah. Tipuan magic pun semakin bervariasi. Alhasil, masyarakat semakin terperosok dalam khurofat-khurofat modern ini.

  1. Hidup Berkelompok dan Bercerai-Berai.

Salah satu sifat masyarakat jahiliyah adalah merasa paling mulia dan paling benar. Tak ada ruang toleransi dalam hidup mereka. Semua saling membanggakan diri dan menganggap yang lainnya sesat. Bukankah Allah berfirman,

مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعاً كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ -٣٢-

“Yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa sombong dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (Ar-Rum 32)

Dan inilah yang kita lihat pada abad ini. Semua berteriak paling benar tanpa mau mendengar. Darah manusia menjadi sangat murah hanya karena berbeda pilihan hidup. Teriakan “Halal darahnya ! Halal dibunuh !” mewarnai pembantaian yang tak pernah usai.

Lalu, manakah yang lebih jahiliyah? Jahiliyah kuno yang primitif atau jahiliyah modern abad 21?

Semoga kita diselamatkan dari pengaruh-pengaruh jahiliyah dan bermacam bentuknya. Semoga kita selalu berada dijalan Allah dan selalu bersebrangan dengan jalan Jahiliyah.

Komentar

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY