Khazanahalquran.com – Zaman Jahiliyah adalah masa sebelum kedatangan Islam. Disaat moral manusia terkubur dan kebejatan hidup merajalela. Masa-masa suram yang dipenuhi dengan kekejian, kegelapan dan hilangnya nurani. Membunuh bayi perempuan, menikahi ibu kandung, melakukan penipuan, pembunuhan dan perzinahan adalah hal yang biasa di zaman itu. Begitu suram dan menakutkan. Namun sadarkah kita jika masa jahiliyah itu berlanjut hingga abad ini?

Jahiliyah dalam Al-Qur’an

Asal kata jahiliyah adalah jahala yang bermakna bodoh. Namun kata Jahiliyah memiliki makna yang lebih luas dari itu. Jahiliyah bukan hanya bermakna kebodohan, Al-Qur’an menyebut kata Jahiliyah sebanyak 4 kali dengan makna yang berbeda-beda. Jika ke-empat makna jahiliyah ini ada di suatu masyarakat, berarti mereka sedang berjalan menuju kehancuran.

4 Makna Jahiliyah dalam Al-Qur’an

  1. Pola Pikir Jahilyah

Allah berfirman,

قَدْ أَهَمَّتْهُمْ أَنفُسُهُمْ يَظُنُّونَ بِاللّهِ غَيْرَ الْحَقِّ ظَنَّ الْجَاهِلِيَّةِ -١٥٤-

“Mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah.” (Ali Imran 154)

Makna pertama adalah kerusakan akidah dan pola pikir. Ayat ini bercerita tentang mereka yang ragu dengan pertolongan Allah swt. Mereka yang berpikir bahwa Rasulullah tidak akan menang melawan musuh-musuhnya. Hati mereka cemas dan ragu dengan Kekuatan dan Ke-Maha Kuasaan-Nya. Meragukan Kemampuan Allah swt adalah pola pikir jahiliyah.

Karena itu Allah selalu mengulang-ulang sifatnya Innallaha ala kulli syai’in qodir (Sungguh Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu). Kenapa terus diulang?

Karena kita sering lupa dengan Allah dan mulai berpikiran Jahiliyah. Lupa bahwa dibalik setiap masalah ada Allah yag Maha Mampu untuk Membantu kita. Mengetuk pintu orang-orang kaya untuk mengemis bantuan serta penguasa untuk mendapat pertolongan. Sementara ia lupa, ada Tuhan yang tak pernah menyia-nyiakan doa hamba-Nya. Ada Allah yang Maha Mampu untuk menghilangkan segala kesulitannya.

Karena terkadang pola pikir jahiliyah tidak ada hubugannya dengan kebodohan. Bisa saja kaum yang telah mencapai tingkat keilmuan yang tinggi namun masih saja bepikiran jahiliyah. Merasa mampu dihadapan Allah, merasa bisa melakukan apapun tanpa pertolongan-Nya.

  1. Hukum Jahiliyah

Allah swt berfirman,

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللّهِ حُكْماً لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ -٥٠-

“Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (Al-Ma’idah 50)

Di dunia ini hanya ada 2 hukum. Hukum Allah dan hukum jahiliyah. Tidak ada yang ketiga. Dan setiap manusia berhak menentukan pilihannya masing-masing. Mana yang akan kita pilih? Hukum Allah atau hukum jahiliyah?

Sementara selain hukum Allah pasti dibuat oleh manusia. Yang ilmu dan wawasannya sangat terbatas. Yang tidak mengerti seluk beluk manusia. Atau kita akan memilih hukum yang dibuat oleh Dzat yang paling mengerti manusia, Penciptanya, Yang Maha Penyayang dan paling mengerti apa yang terbaik bagi manusia.

(Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?

Namun sayang, tidak semua orang akan memilih hukum Allah. Karena yang memilih hukum Allah hanyalah orang-orang pilihan yang memiliki keyakinan kuat kepada Tuhannya.

  1. Pakaian Wanita Jahiliyah

Allah swt berfirman,

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى -٣٣-

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu.” (Al-Ahzab 33)

Ayat ini sedang berbicara kepada para wanita agar mereka tidak mengikuti kebiasaan jahiliyah yang dulu. Seperti memakai pakaian yang terlihat auratnya dan terbuka dihadapan orang-orang yang bukan muhrimnya. Namun ada yang menarik dalam ayat ini. Pada akhir ayat ada kata Jahiliyyati Al-Ula yang bisa bermakna jahiliyah yang dulu atau jahiliyah yang pertama.

Mengapa disebut jahiliyah yang dulu atau jahiliyah yang pertama?

Pertama, kata ini bisa menjadi isyarat bahwa akan ada jahiliyah-jahiliyah baru di setiap zaman. Tidak terbatas di zaman sebelum datangnya islam.

Kedua, ayat ini ingin mengabarkan bahwa siapapun yang merasa modern dan mengikuti tren dengan pakaian yang buka-buka’an, maka ketahuilah bahwa pakaian wanita yang terbuka adalah adat jahiliyah yang kuno, primitif dan ketinggalan zaman. Hingga islam datang dan mengatur pakaian wanita demi kemuliaan dan harga diri mereka.

  1. Fanatisme Jahiliyah

Sifat fanatik adalah sifat utama masyarakat jahiliyah. Para pembesar kafir Quraisy tidak menerima islam bukan karena menganggap islam tidak benar, tapi karena fanatisme kesukuan yang tidak terima jika kebenaran dibawa oleh Muhammad dari kabilah Bani Hasyim.

Orang yang fanatik terhadap golongan, suku, madzhab atau pemikirannya tidak akan pernah menerima kebenaran walau itu jelas dihadapannya. Dia sudah merasa paling benar dan selainnya pasti salah. Walau hati kecil menerima namun rasa gengsi dan fanatisme jauh lebih besar.

“Jangan dengarkan omongan orang itu ! Jangan baca buku ini ! Jangan dekat-dekat dengan mereka !” adalah lambang fanatisme yang rapuh. Jika merasa benar, mengapa tidak berani mendengar argumen orang lain?

Sungguh mereka telah lupa bahwa asalnya adalah dari tanah dan air yang hina. Kenapa masih berdiri congkak dan menepuk dada? Maka orang-orang yang memelihara fanatisme akan buta dan tuli dari kebenaran. Hati mereka telah terkunci karena telah merasa paling benar dan paling suci.

خَتَمَ اللّهُ عَلَى قُلُوبِهمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عظِيمٌ -٧-

“Allah telah Mengunci hati dan pendengaran mereka, penglihatan mereka telah tertutup, dan mereka akan mendapat azab yang berat.” (Al-Baqarah 7)

 

Inilah 4 ayat yang menyebut kata jahiliyah dalam Al-Qur’an. Jika ke-empat hal ini ada dalam satu masyarakat, mereka hanya akan menunggu kehancurannya. Karena Allah tidak akan mengadzab suatu kaum jika disana masih ada orang-orang yang peduli dan ingin memperbaiki kondisi sekitarnya.

4 ayat tentang jahiliyah telah kita sebutkan. Lalu bagaimana dengan jahiliyah di abad 21 ini? Simak kelanjutannya di Masa Jahiliyah Abad 21 (Bag 2)

Komentar

LEAVE A REPLY