Khazanahalquran.com – Jabir bin Abdillah Al-Anshori meriwayatkan,

Di hari-hari perang Khondak, ia melihat banyak orang menggali parit dan mereka kelaparan. Dan ia pun melihat Nabi saw juga ikut menggali parit sementara perutnya juga sedang lapar.

Akhirnya Jabir mendatangi istrinya dan menceritakan keadaan yang terjadi. Istrinya menjawab, “Kita tidak punya apa-apa kecuali domba ini dan segemgam gandum.”

Lalu Jabir berkata, “Buatlah roti..!”

Dan mereka pun segera menyembelih kambing itu, separuh dimasak dan sisanya dipanggang.

Setelah semuanya siap, Jabir mendatangi nabi dan berkata padanya, “Wahai Rasulullah, aku telah membuat makanan. Datanglah engkau bersama orang yang kau senangi.”

Tiba-tiba Rasulullah memegang tangannya dan mengumumkan dihadapan semua yang ada disana, “Jabir telah mengundang kalian untuk makan.”

Ia pun terkejut melihat Rasulullah mengajak semuanya. Ia segera kembali ke istrinya dengan ketakutan dan malu karena makanannya hanya sedikit.

“Duhai istriku, betapa malunya kita, Rasulullah mengundang semuanya.” keluh Jabir.

Istrinya bertanya, “Engkau yang mengajak mereka atau Rasulullah saw?”

“Rasulullah yang mengajak mereka.” jawabnya.

“(Tenanglah) pasti Rasulullah lebih tahu.” jawab sang istri tanpa ada keraguan.

 

Ketika Rasulullah datang, beliau memerintahkan untuk menghampar tikar di jalanan. Lalu menyuruh kami untuk mengumpulkan mangkuk. Beliau pun bertanya, “Apa makanan yang kalian siapkan?”

Kami pun memberitahu beliau apa yang telah kami siapkan. Kemudian beliau menyuruh kami untuk menutupi pintu dengan tirai sehingga tidak ada yang bisa melihatnya, lalu beliau menciduk makanan tersebut dan membagikannya.

Roti dan daging terus dihidangkan dan keluarga Jabir tak mendapati adanya kekurangan sedikit pun. Hingga semua sahabat merasa kenyang padahal jumlah mereka lebih dari 1000 orang.

Akhirnya Jabir merasa tenang dan makan bersama istrinya. Bahkan makanan itu masih tersisa untuk berhari-hari.

Sungguh besar keimanan istri Jabir kepada Rasulullah saw. Kisah ini mencontohkan bagaimana seorang mukmin memiliki kepercayaan yang penuh kepada Nabinya. Hatinya pasrah total dihadapan Baginda Rasul saw. Ia begitu yakin bahwa Rasulullah lebih tahu dan tidak akan membiarkan keluarganya menanggung malu.

Semoga kita memiliki keyakinan kepada Rasulullah sedalam keyakinan istri Jabir kepada beliau.

Komentar

LEAVE A REPLY