Khazanahalquran.com – Sebelumnya kita telah melihat bahwa Allah swt begitu dekat dengan hamba-Nya. Dia berjanji akan mengabulkan permohonan setiap yang meminta kepada-Nya. Allah berfirman,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ -١٨٦-

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.” (Al-Baqarah 186)

 

♦ Syarat Terkabulnya Doa

 

Syarat pertama : memohon hanya kepada-Nya.

Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. (أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ)

Setelah Allah menampakkan kedekatan-Nya dengan hamba-Nya, Allah melanjutkan ayat ini dengan berjanji akan mengabulkan permohanan setiap hamba-Nya. Allah menggunakan Fiil Mudhori’ (أُجِيبُ) yang bermakna selalu sepanjang kehidupan. Yakni, sampai kapanpun Allah akan mengabulkan doa para hamba-Nya tanpa batas waktu.

Tapi yang perlu diperhatikan, Allah melanjutkan firman-Nya (إِذَا دَعَانِ) apabila dia berdoa kepada-Ku.

Allah menjamin akan Mengabulkan setiap permohonan seorang hamba apabila ia memohon kepada-Nya. Apa yang dimaksud dari ayat ini? Mungkinkah kita berdoa kepada Allah tapi tidak memohon kepada-Nya?

Disadari atau tidak, kita sering berdoa kepada Allah namun dibenak kita masih ada selain-Nya. Terkadang kita berdoa meminta harta dan kekayaan namun dipikiran kita masih berharap pada orang kaya yang diharapkan membantu. Kita berdoa agar Allah menyelesaikan masalah namun dipikiran kita masih berharap pada kenalan, pengalaman atau kemampuan diri sendiri.

Secara tidak langsung, kita tidak sedang berdoa dan memohon kepada Allah. Kita masih berharap pada kemampuan kita, orang kaya ataupun kenalan yang mampu membantu. Jadi jangan heran jika doa tak kunjung terkabul, karena ternyata selama ini kita tidak berdoa kepada Allah swt.

Syarat Kedua : menyahuti permintaan-Nya.

Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku (فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي).

Pada syarat yang kedua ini, seakan Allah ingin berkata,

“Aku akan berikan apa yang kalian minta tapi sahutilah apa yang Ku minta.”

 

Jika syarat terkabulnya doa adalah menyahuti permintaan Allah, lalu apa yang Dia minta dari hamba-Nya?

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَجِيبُواْ لِلّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُم لِمَا يُحْيِيكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu.” (Al-Anfal 24)

 

Manusia sering ingin menang sendiri. Menuntut untuk dikabulkan semua doanya namun tapi tidak memperdulikan permintaan Allah swt. Padahal, semua permintaan Allah berupa perintah atau larangan adalah untuk kebahagiaan diri mereka sendiri. Tanpa sedikitpun Allah meminta untuk kepentingan Diri-Nya.

Dibalik setiap perintah pasti ada kebaikan dan dibalik setiap larangan pasti ada bahaya. Karena syariat ini bersumber dari kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Tapi manusia hanya fokus untuk menuntut janji Allah agar doanya dikabulkan tanpa menyahuti permintaan-Nya.

Syarat Ketiga : beriman kepada-Nya.

Dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku (وَلْيُؤْمِنُواْ بِي)

Syarat terakhir yang disebutkan dalam ayat ini adalah harus ada iman didalam hati seorang yang berdoa. Namun, bukankah jika seorang berdoa kepada Allah berarti dia sudah meyakini adanya Allah?

Benar, namun yang dimaksud iman dalam ayat ini adalah yakin bahwa Allah mampu mengabulkan setiap permintaan dan doanya.

Setelah menyebutkan syarat-syarat terkabulnya doa, Allah akhiri ayat ini dengan firmannya,

لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Agar mereka memperoleh kebenaran.”

Ternyata, doa adalah salah satu cara untuk mendapatkan bimbingan dan petunjuk dari Allah swt. Karenanya, berdoa adalah ibadah yang lebih afdhol dari membaca Al-Qur’an. Mengapa?

Karena jika kita tidak membaca Al-Qur’an, kita mungkin telah melewatkan berbagai pahala yang besar namun kita tidak berdosa jika tidak membacanya. Tapi Allah mengancam orang-orang yang tidak berdoa karena mereka adalah orang-orang yang sombong dihadapan-Nya.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhan-mu Berfirman, ”Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku Perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang -orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (Ghofir 60)

Dengan berdoa, kita telah menampakkan bahwa diri ini sangat butuh kepada bantuan dan pertolongann-Nya. Seorang yang tidak berdoa telah menganggap dirinya cukup mampu dan tak perlu lagi dengan bantuan Allah. Ia telah menjadi orang yang congkak dan sombong.

كَلَّا إِنَّ الْإِنسَانَ لَيَطْغَى – أَن رَّآهُ اسْتَغْنَى

“Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas, apabila melihat dirinya serba cukup.” (Al-Alaq 6-7)

Lebih dari itu, doa adalah perintah Allah. Sama seperti solat, puasa dan ibadah yang lain. Karena itu, berdoa setelah solat wajib lebih mulia dari solat sunnahnya. Lalu, kenapa kita masih enggan berdoa?

Kita punya kebutuhan sementara Allah berjanji untuk mengabulkan. Sebenarnya apa yang dimiliki Dzat yang berjanji untuk mengabulkan segala permintaan ini?

إِنَّ هَذَا لَرِزْقُنَا مَا لَهُ مِن نَّفَادٍ

“Sungguh, inilah rezeki dari Kami yang tidak ada habis-habisnya.” (Shad 54)

 

Dan siapa kita yang masih sombong untuk berdoa?

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنتُمُ الْفُقَرَاء إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ

“Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya Maha Terpuji.” (Fathir 15)

Jangan menjadi Qorun yang menepuk dada karena merasa memiliki harta karena kepandaiannya. Allah pun membelah bumi dan Qorun beserta hartanya. Jika ia merasa memiliki harta dengan kepandaiannya, mengapa ia tak mampu menyelamatkan hartanya?

 

Apa yang didapat orang yang berdoa?

Orang yang berdoa mendapatkan 2 hal, yaitu:

  1. Taufik dan hidayah untuk mampu berdoa.

Karena tidak semua orang punya kesadaran atau punya waktu untuk berdoa. Mampu berdoa adalah kenikmatan yang besar dari Allah swt.

  1. Jawaban dari Allah swt.

Setelah mendapat kenikmatan berdoa. Seorang mukmin akan mendapatkan kenikmatan selanjutnya yaitu jawaban dari Allah swt. Syarat-syarat diatas adalah syarat umum yang disebut didalam Al-Qur’an. Masih ada syarat dan adab berdoa yang disebutkan didalam Hadist Rasulullah saw, Temukan selengkapnya esok hari di : Syarat Terkabulnya Doa

Komentar
BAGIKAN
Berita sebelumyaRahasia Doa (Bag 1)
Berita berikutnyaSyarat Terkabulnya Doa

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY