Khazanahalquran.com – Idul Adha adalah salah satu momen spesial bagi umat islam. Jutaan orang berkumpul untuk melaksanakan salah satu rukun islam yang bernama Haji. Sementara yang belum mampu melakukannya tetap bersama-sama mengenang peristiwa agung yang terjadi didalamnya.

Kaum muslimin serempak mengenang bapak para Nabi, Ibrahim as. Ya, Idul Adha memang tak bisa dipisahkan dengan nama Nabi Ibrahim as. Seluruh ritual dalam haji pun sedang menapak tilasi perjuangan dan perjalanan hidup beliau.

Berikut ini adalah fakta-fakta tentang Nabi Ibrahim as :

1. Kisah Nabi yang paling sering di ulang dalam Al-Qur’an adalah kisah Nabi Musa dan Nabi Ibrahim.

2. Nama Nabi yang paling banyak disebut Al-Qur’an setelah Nabi Musa adalah Nabi Ibrahim. Nama beliau disebut sebanyak 69 kali.

3. Kisah Nabi Ibrahim as disebutkan dalam 25 Surat Al-Qur’an.

 

Mengapa Kisah dan Nama Nabi Ibrahim sering diulang di dalam Al-Qur’an?

Ada beberapa alasan yang bisa kita cermati,

Pertama, nabi Ibrahim punya hubungan khusus dengan Rasulullah saw. Selain beliau kakek dari Nabi Muhammad, ternyata beliau lah yang berdoa agar Allah mengutus seorang Nabi di Jazirah Arab.

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولاً مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ -١٢٩-

“Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu dan mengajarkan Kitab dan Hikmah kepada mereka, dan menyucikan mereka.” (Al-Baqarah 129)

 

Kedua, ketika Nabi Muhammad saw diutus oleh Allah, kaum Yahudi, Nasrani bahkan penyembah berhala pun berebut untuk mengaku sebagai pengikut Nabi Ibrahim. Bahkan mereka mengklaim bahwa Nabi Ibrahim adalah dari golongan mereka. Sehingga, kisah-kisah yang berkaitan dengan Nabi Ibrahim dapat berpengaruh dan lebih mudah  diterima oleh mereka. Allah berfirman,

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تُحَآجُّونَ فِي إِبْرَاهِيمَ وَمَا أُنزِلَتِ التَّورَاةُ وَالإنجِيلُ إِلاَّ مِن بَعْدِهِ أَفَلاَ تَعْقِلُونَ -٦٥-

“Wahai ahli kitab! Mengapa kamu berbantah-bantahan tentang Ibrahim, padahal Taurat dan Injil diturunkan setelah dia (Ibrahim)? Apakah kamu tidak mengerti?” (Ali Imran 65)

مَا كَانَ إِبْرَاهِيمُ يَهُودِيّاً وَلاَ نَصْرَانِيّاً وَلَكِن كَانَ حَنِيفاً مُّسْلِماً وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ -٦٧-

“Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus, Muslim dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik.” (Ali Imran 67)

Allah juga selalu mengulang dan menekankan bahwa Ibrahim “tidaklah termasuk orang-orang musyrik”. Hal ini bertujuan untuk menjelaskan bahwa ajaran Ibrahim adalah murni ajaran tauhid. Bohong mereka yang mengaku pengikut Ibrahim tapi masih menyekutukan Allah swt.

Ketiga, nabi Ibrahim adalah panutan seluruh agama di waktu itu. Dan beliau dihormati oleh seluruh agama samawi.

Keempat, bentuk Syariat Islam yang dibawa Rasulullah saw banyak kaitannya dengan Nabi Ibrahim as, seperti ibadah haji.

Nantikan seri idul adha selanjutnya…

Komentar

LEAVE A REPLY