Khazanahalquran.com – Allah berjanji akan mengabulkan doa hamba yang memohon kepada-Nya. Namun, apakah semua doa akan dikabulkan? Apa saja syarat terkabulnya doa? Sebelumnya kita telah melihat syarat terkabulnya doa menurut ayat Al-Qur’an pada Rahasia Doa (Bag 2). Kali ini kita akan menengok bagaimana menurut hadist dan riwayat tentang syarat terkabulnya doa.

Syarat Terkabulnya Doa

1. Mengenal kepada siapa kita memohon.

Sebelum meminta sesuatu, tentu kita harus mengenal kepada siapa kita meminta. Begitu pula sebelum kita berdoa, kita harus tau siapa Dzat yang sedang kita mintai bantuan dan pertolongan untuk mengabulkan permintaan kita.

Selain itu, kita juga harus mengenal dan meyakini bahwa Allah swt Maha Mampu mengabulkan apapun yang kita minta.

Suatu hari, Imam Ja’far As-Shodiq, Guru dari Imam Madzhab Maliki dan Hanbali pernah ditanya oleh seseorang, “Wahai Imam, kita selalu berdoa tapi tak pernah dikabulkan?”

Imam pun menjawab, “Karena kalian berdoa kepada yang tidak kalian kenal.”

Jawaban ini selaras dengan sabda Rasulullah saw yang berbunyi,

“Andai kalian mengenal Allah dengan sebenar-benarnya maka doa kalian mampu memindahkan gunung-gunung.”

 

2. Berbaik sangka kepada Allah swt.

Disaat berdoa, kita harus yakin bahwa Allah akan mengabulkan doa kita. Percuma kita berdoa jika masih ada perasaan ragu apakah Allah akan mengabulkan doa saya? Karena Allah pernah berfirman dalam Hadist Qudsi-Nya,

“Aku adalah seperti apa yang disangkakan hamba-Ku kepadaku. Karenanya, janganlah berprasangka tentang-Ku kecuali kebaikan.”

 

Jika kita masih ragu apakah Allah akan mengabulkan atau tidak, maka doa itu tidak akan terkabul karena Allah akan mengabulkan sesuai prasangka kita kepada-Nya. Rasulullah bersabda,

“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin bahwa (doamu) akan dikabulkan”

3. Berdoa dengan perasaan terjepit.

Syarat ketiga adalah salah satu yang terpenting. Kita berdoa dengan perasaan terjepit dan terpojok seakan tidak ada lagi yang dapat membantu kita selain Allah swt. Tidak ada lagi yang kita harapkan selain-Nya. Rasulullah saw bersabda,

“Jika seorang dari kalian ingin doanya selalu dikabulkan oleh Allah swt maka berputus asa lah dari seluruh manusia.”

Ketika tidak ada harapan lagi selain rahmat-Nya, berdoa dalam keadaan benar-benar membutuhkan bantuan-Nya, bercucuran air mata demi ijabah dari-Nya maka disitulah tempat terkabulnya doa.

Karena Allah begitu cemburu jika hamba-Nya masih berharap kepada selain-Nya. Padahal, siapa yang mampu mengabulkan seluruh permintaan selain Allah swt?

أَمَّن يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ -٦٢-

“Bukankah Dia (Allah) yang Mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan Menghilangkan kesusahan.” (An-Naml 62)

 

Saya sudah menjalani adab berdoa dan syarat-syarat terkabulnya doa, tapi kenapa doa saya belum juga terkabul? Padahal Allah berjanji akan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita akan menggunakan analogi :

Maha Suci Allah dari segala contoh. Ada seorang anak yang meminta kepada ayahnya untuk dibelika pistol. Dia memohon, menangis dan meronta sejadi-jadinya. Akankah sang ayah membelikan pistol itu kepada anaknya?

Sang ayah tidak memberi bukan karena tidak mampu, bahkan membelikan 10 pistol pun ia mampu, tapi pistol itu berbahaya dan anak ini belum mengerti. Akhirnya ia ganti permintaan anaknya dengan mainan yang tidak berbahaya.

Kita sering meminta sesuatu yang kita anggap baik. Padahal tidak semua yang kita anggap baik itu baik. Ilmu kita sangat terbatas sementara Allah Maha Tahu dan ingin berkata,

“Yang sedang kau minta ini berbahaya duhai hamba-Ku”

Ketika Allah tidak memberi apa yang kita minta karena itu “tidak baik” bukan berarti Allah tidak menepati janji-Nya. Doa itu akan tetap terkabul dengan dialihkan kepada pemberian Allah yang lain.

Setiap doa akan dikabulkan. Apakah ia terkabul secara langsung di dunia, diakhirkan di akhirat atau diganti dengan pemberian yang lain. Rasulullah saw bersabda,

“Doa adalah inti ibadah. Tidak ada seorang mukmin yang berdoa kepada Allah kecuali dikabulkan. Apakah ia dikabulkan langsung didunia, diakhirkan (sebagai pahala) di akhirat atau dihapus dosa-dosanya sesuai dengan kadar doanya, selama ia tidak berdoa keburukan.”

 

Kita sering mengeluh dan protes jika doa tak kunjung terkabul, padahal kita tidak tau apa yang sedang terjadi dibalik doa-doa kita. Allah swt pernah berfirman dalam Taurat,

Allah berkata kepada hamba-hamba-Nya,

“Kau berdoa untuk kehancuran hamba-Ku karena ia telah mendzalimimu padahal ditempat lain ada hamba yang berdoa untuk kehancuranmu karena kau telah mendzaliminya. Jika kau ingin, Aku akan mengabulkan doamu dan mengabulkan doanya (orang yang telah kau dzolimi) dan jika kau mau aku akan mengakhirkan (balasan) kalian berdua sampai kelak di Hari Kiamat.”

Kita hanya berpikir bahwa doa kita belum terkabul tanpa pernah tau bahwa doa itu telah menyelamatkan kita dari berbagai musibah dan bencana. Karenanya, jangan sering protes tentang tidak terkabulnya doa. Perbaiki doa kita dan yakinilah, tidak ada doa yang tidak terkabulkan ! Lalu, bagaimana adab berdoa yang benar? Temukan Jawabannya esok hari pada Bagaimana Cara Berdoa?

Komentar

1 KOMENTAR

  1. […] Setelah mendapat kenikmatan berdoa. Seorang mukmin akan mendapatkan kenikmatan selanjutnya yaitu jawaban dari Allah swt. Syarat-syarat diatas adalah syarat umum yang disebut didalam Al-Qur’an. Masih ada syarat dan adab berdoa yang disebutkan didalam Hadist Rasulullah saw, Temukan selengkapnya esok hari di : Syarat Terkabulnya Doa […]

LEAVE A REPLY