Khazanahalquran.com – Rasa ingin berterima kasih adalah fitrah yang tertanam dalam diri setiap manusia. Saat kita menerima hadiah, pasti kita akan mencari tau siapa yang memberi hadiah itu. Setelah itu kita ingin mengucapkan terima kasih kepadanya.

Kali ini kita akan merenungkan satu ayat tentang syukur, Allah swt Berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُم مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ

“Wahai manusia! Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Tidak ada tuhan selain Dia; maka mengapa kamu berpaling (dari ketauhidan)?” (QS.Fathir:3)

 

Renungan

1. Allah Mengajak seluruh manusia untuk berpikir dan merenungkan nikmat yang telah mereka dapatkan. Dengan merenungkan nikmat-nikmat tersebut, manusia akan mencari siapa yang sebenarnya Sang Pemberi nikmat.  “Wahai manusia…”

2. Cara terbaik untuk mengenal Allah swt adalah dengan mengingat nikmat-nikmat Ilahi yang tak terhitung jumlahnya. “Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu…”

3. Pertanyaan adalah cara yang efektif untuk menyadarkan manusia. Karena itu Allah Menggunakan pertanyaan untuk menggugah hati mereka. “Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepadamu?”

4. Dia adalah Sang Pemberi Rezeki. Namun rezeki-Nya akan sampai kepada manusia melalui sebab-sebab yang alami. “(Yang) memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi…”

5. Yang begitu mengherankan dari manusia adalah bagaimana ia hidup diatas bumi Allah dan makan dari rezeki-Nya namun mereka menyembah dan tunduk kepada selain Allah swt. “Tidak ada tuhan selain Dia; maka mengapa kamu berpaling (dari ketauhidan)?”

Coba bayangkan, apa pendapat anda jika ada seorang anak yang telah dibesarkan dengan kasih sayang, seluruh kebutuhannya telah dicukupi, segala keinginannya telah diberi, lalu ketika dewasa ia membangkang dan menentang orang tuanya? Tidak ada kata yang dapat diucapkan kecuali durhaka dan celaka.

Maha Suci Allah dari segala contoh, namun siapa yang lebih berjasa dalam hidup kita selain Allah swt? Bukankah tak pernah sedetik pun kita terlepas dari nikmat-Nya? Akankah kita selalu menikmati kenikmatan yang diberikan Allah tapi juga selalu menentang perintah dan larangan-Nya? Sungguh makhluk yang tak tau malu.

Semoga kita digolongkan dengan orang-orang yang pandai bersyukur dan taat kepada-Nya.

Komentar

LEAVE A REPLY