Khazanahalquran.com – Tak perlu resah dengan pertanyaan “Siapa Dirimu?”, karena islam tak memandang manusia dari sisi wajah, nasab atau kekayaan. Allah berfirman,

وَجَاء مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَى قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ -٢٠-

“Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas dia berkata, “Wahai kaumku! Ikutilah utusan-utusan itu.” (Yasiin 20)

 

Ayat ini bercerita tentang seseorang yang diabadikan perbuatannya oleh Al-Qur’an namun tidak disebutkan namanya. Ayat ini memberi pelajaran bahwa tidaklah penting “siapa kita?”, yang penting adalah “apa yang sudah kita lakukan?”

Sungguh dibalik ayat-ayat-Nya tersimpan makna yang begitu mendalam. Semoga kita dapat terus menguak rahasia dan keindahan Al-Qur’an.

Komentar

1 KOMENTAR

  1. Assalamualaikum Ustadz…
    Saya udah lama bertanya2 ttg siapa yang dimaksud laki2 diayat tsb?
    Apakah seorang habib seperti yang ditulis di tafsir alquran atau semua orang sholeh yang menyeru ke kebajikan ( baik dulu maupun sekarang)
    Mohon pencerahannya
    Wassalam

LEAVE A REPLY