Khazanahalquran.com – Ada banyak hal yang menarik dalam Al-Qur’an. Salah satunya adalah fenomena berikut ini. Allah Berfirman,

فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ

“Dan apabila engkau khawatir terhadapnya maka hanyutkanlah dia ke Sungai (Nil).” (QS.Al-Qashas:7)

فَأَخَذْنَاهُ وَجُنُودَهُ فَنَبَذْنَاهُمْ فِي الْيَمِّ فَانظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الظَّالِمِينَ

“Maka Kami Siksa dia (Fir‘aun) dan bala tentaranya, lalu Kami Lemparkan mereka ke dalam laut. (QS.Al-Qashas:40)

 

Jika kita perhatikan, didalam dua ayat ini ada kata Al-Yam yang bisa diartikan sebagai (laut/sungai yang besar). Tapi diantara keduanya ada kondisi dan nasib akhir yang berbeda.

Nabi Musa as berada pada kondisi lemah (karena beliau masih bayi), namun derasnya air tak bisa membahayakannya sedikitpun. Sementara Fir’aun berada pada puncak kekuatannya, namun semua kekuatan dan kehebatannya tak mampu menyelamatkannya dari derasnya air. Ia pun tenggelam bersama bala tentaranya.

Dari dua ayat ini, kita akan mendapatkan teori Al-Qur’an yang begitu dahsyat bahwa,

“Siapa yang bersama Allah pasti kuat bagaimanapun kelemahannya.

Dan yang tidak bersama Allah pasti lemah bagaimanapun kekuatannya.”

Komentar

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY