Ya Rasulullah, di Hari Kelahiranmu Kami Mengadu

khazanahalquran.com – Banyak sekali ayat Al-Qur’an yang mengisyaratkan sifat-sifat mulia Nabi Muhammad saw. Dan salah satu yang paling menonjol dari sifat-sifat mulia tersebut adalah sifat rahmat, keramah tamahan, kasih sayang dan kesabaran beliau menghadapi umatnya.

Allah mensifati beliau dalam firman-Nya,

‎وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.(QS.al-Anbiya’:107)

Allah menggandengkan dua nama suci-Nya untuk Rasulullah saw.

‎بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

“Penuh belas kasih lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS.at-Taubah:128)

Rasul yang diutus dengan penuh rahmat.
Agama dan syariat yang dibawa pun penuh rahmat. Bahkan Al-Qur’an yang menjadi kitab petunjuk bagi umat juga dipenuhi dengan rahmat.

Namun di hari kami mengenangmu wahai Rasulullah, kami ingin mengadu kepadamu. Apakah masih tersisa rahmat itu ditengah umat ini?

Ya Rasulullah, dulu engkau korbankan semua yang engkau miliki demi keselamatan mereka. Bukankah Allah berfirman tentangmu,

‎لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم

“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu.” (QS.at-Taubah:128)

Ya Rasulullah, inilah umatmu yang engkau cintai. Yang engkau bina dengan penuh kasih sayang. Yang pernah engkau tangisi mereka semalaman dengan hanya membaca satu ayat.

‎إِن تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ ۖ وَإِن تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS.al-Ma’idah:118)

Namun saksikan mereka hari ini Ya Rasulullah…

Umat yang engkau didik mereka untuk mengedepankan persatuan.

‎إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.” (QS.al-Hujurat:10)

Sekarang mereka saling menyerang dan saling membunuh. Mereka berdamai dengan musuhmu dan enggan bertoleransi dengan sesama pengikutmu.

Ya Rasulullah, inilah umatmu yang kau bina agar menghormati yang lebih tua dan berbelas kasih kepada yang lebih muda. Hari ini semua itu telah sirna. Tiada lagi yang menyayangi anak kecil dan menghormati orang-orang tua.

Berapa banyak anak tak berdosa yang terbunuh oleh mereka yang meneriakkan takbir dan mengaku sebagai pembela agamamu?

Ya Rasulullah, inilah umatmu yang berulang kali engkau peringatkan mereka betapa besar dosa menumpahkan darah manusia, khususnya saudara kaum muslimin.

Bukankah engkau pernah bersabda,

“Siapa yang berucap La ilaha illallah maka darah, harta serta kehormatan mereka terjaga.”

Hari ini Ya Rasulullah, membunuh sesama kaum muslimin merupakan sesuatu yang indah di mata mereka. Bahkan dengan bangga menyebut diri mereka sebagai pengantin surgawi yang akan disambut dan berbuka bersamamu.

Bukan musuh-musuh Allah yang mereka bantai wahai Rasulullah… Bukan musuh-musuhmu yang mereka bunuh…

Mereka membunuh orang-orang yang sedang solat dirumah Allah. Mereka membantai orang-orang yang sedang berziarah ke makam auliya’-Nya. Mereka menghabisi orang-orang yang sedang menjaga negara dan tanah airnya. Mereka mengancam polisi dan tentara yang menjaga keutuhan bangsa.

Hanya karena berbeda pandangan, darah kaum muslimin dihalalkan. Hanya karena berbeda pendapat, kehormatan mereka pun tak lagi berharga.

Mereka lupa wahai Rasulullah…

Mereka lupa dengan ayat yang turun kepadamu,

‎مَن قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا

“barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.” (QS.al-Ma’idah:32)

Inilah umatmu Ya Rasulullah..

Semoga di hari kelahiranmu ini, ada secercah cahaya cinta yang membuat mereka sadar untuk saling menghormati, menghargai serta menebar cinta dan kasih sayang kepada alam semesta, khususnya kepada sesama umat Muhammad saw.

Komentar

LEAVE A REPLY