2 Tolok Ukur dalam Melakukan Perbaikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

2 Tolok Ukur dalam Melakukan Perbaikan

khazanahalquran.com – Akhir-akhir ini banyak orang yang mengaku ingin melakukan perubahan, ingin melakukan perbaikan dan ingin berjuang untuk Islam. Jargon membela agama menjadi tameng yang siap membentenginya dari segala kritik dan pertanyaan.

Terkadang kita bingung, satu kelompok mengklaim membela agama, kelompok yang lain juga mengklaim hal yang sama. Yang satu ingin melakukan perubahan, yang lain mengklaim ingin melakukan perbaikan.

Lalu bagaimana kita menilainya? Apa tolok ukur suatu kelompok yang benar-benar ingin melakukan perbaikan dan memperjuangkan agama?

Kali ini kita ingin belajar dari firman Allah swt :

وَٱلَّذِينَ يُمَسِّكُونَ بِٱلۡكِتَٰبِ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجۡرَ ٱلۡمُصۡلِحِينَ

“Dan orang-orang yang berpegang teguh pada Kitab serta melaksanakan shalat, (akan diberi pahala). Sungguh, Kami tidak akan menghilangkan pahala orang-orang melakukan perbaikan.” (QS.Al-A’raf:170)

Dalam ayat ini setidaknya ada dua tolok ukur utama untuk menilai hal-hal diatas. Yaitu berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan memperhatikan solatnya.

Bila kita mendengar ada individu atau kelompok yang berteriak ingin melakukan perubahan atau memperjuangkan agama, mari kita melihat cara-cara mereka dalam meraih tujuan tersebut.

Apakah cara-cara mereka sejalan dengan Al-Qur’an? Apakah dakwah mereka selaras dengan ajaran suci Al-Qur’an? Apakah mereka melawan kemungkaran dengan cara yang ma’ruf, atau melawan kemungkaran juga dengan cara-cara yang mungkar?

Al-Qur’an adalah tolok ukur terbaik untuk menilai klaim perjuangan dalam Islam. Seorang yang ingin melakukan perubahan atau perbaikan ditengah masyarakat tentunya harus mengikuti cara-cara Al-Qur’an. Jika melenceng dari itu, maka bukan perbaikan yang akan dituju tapi malah menambah kerusakan.

Tolok ukur kedua adalah bagaimana perhatiannya dengan Solat. Solat adalah benteng terakhir bagi seorang muslim. Seseorang yang meninggalkan atau meremehkan solat, mustahil akan melakukan perbaikan dan perubahan. Khususnya dalam hal memperjuangkan agama.

Bagaimana seorang akan memperjuangkan agama bila untuk urusan solat saja ia tidak mampu menjaganya?

Dari sini kita dapat melihat bahwa untuk melakukan perbaikan ditengah masyarakat dan memperjuangkan agama, setidaknya kita membutuhkan dua syarat utama.

Berpegang teguh dengan Al-Qur’an sebagai syarat utama, yakni mengikuti semua aturan dan undang-undang yang telah ditetapkan oleh Allah swt.

Dan menegakkan solat sebagai wujud hubungannya dengan Allah swt.

Semoga bermanfaat..

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 209 pelanggan lain