4 Poin Penting dari Al-Qur’an Yang Harus Diketahui Manusia

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

4 Poin Penting dari Al-Qur’an Yang Harus Diketahui Manusia

khazanahalquran.com – Kehidupan manusia adalah sebuah perjalanan panjang dengan waktu yang sangat singkat. Dalam kehidupan yang singkat ini manusia akan menghadapi berbagai kondisi yang berbeda-beda. Sesaat dia berada di puncak dan sekejap ia bisa jatuh, sesaat dia berada dibawah lalu dalam waktu singkat ia bisa berada diatas. Semua itu adalah rahasia dari roda kehidupan yang terus berputar.

Namun bagi mereka yang sadar, berbagai polemik dalam kehidupan dunia ini tidak terlalu berpengaruh bagi dirinya. Karena tujuan hidup mereka bukan disini, tapi mereka sedang berjalan menuju Allah swt untuk meraih kebahagiaan di kehidupan yang abadi. Karena itu butuh sebuah buku panduan yang akan membimbing manusia untuk mengenal tujuan hidupnya ini, tentu tiada lain adalah Al-Qur’an.

Nah, yang akan kita bahas hari ini adalah sebelum kita masuk lebih dalam kepada petunjuk-petunjuk dalam Al-Qur’an, kita perlu mengetahui hal-hal prinsip yang ingin dikabarkan oleh Al-Qur’an agar kita siap menerima berbagai petunjuk dan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh Allah swt melalui utusan-utusan suci-Nya.

Apa saja hal-hal prinsip tersebut?

1. Manusia tercipta dari dua unsur, yaitu unsur materi dan non-materi.

Unsur materi manusia tercipta dari tanah yang kemudian berproses hingga terciptanya manusia pertama yaitu Nabi Adam as. Dan unsur non-materi itu adalah ruh yang ditiupkan ke dalamnya. Dengan berpadunya dua unsur ini maka manusia itu hidup di muka bumi.

Allah swt berfirman,

وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن صَلۡصَٰلٖ مِّنۡ حَمَإٖ مَّسۡنُونٖ – فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.. Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (QS.Al-Hijr:28-29)

Poin ini sangat penting untuk diketahui karena bila manusia tidak menyadarinya maka ia hanya akan fokus untuk memenuhi kebutuhan satu unsur saja, misalnya banyak manusia yang hanya berusaha memuaskan kebutuhan dan keinginan dari unsur materinya lalu mengabaikan unsur non-materi dalam dirinya. Dengan kata lain memuaskan keinginan-keinginan fisiknya dan mengabaikan kebutuhan-kebutuhan ruhnya.

2. Manusia telah diambil sumpah dan perjanjian oleh Allah untuk mengenal dan meng-Esakan-Nya.

Allah swt berfirman,

وَإِذۡ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِيٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَأَشۡهَدَهُمۡ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ أَلَسۡتُ بِرَبِّكُمۡۖ قَالُواْ بَلَىٰ شَهِدۡنَآۚ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (QS.Al-A’raf:172)

Sebelum lahir ke dunia ini manusia telah di ambil sumpah oleh Allah swt dan ayat ini telah mengisyaratkan bahwa manusia akan melupakan perjanjian yang kokoh ini sehingga Allah swt memperingatkan agar jangan sampai kita lalai dengan perjanjian ini.

أَن تَقُولُواْ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنۡ هَٰذَا غَٰفِلِينَ

(Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.”

3. Allah swt telah memberikan fitrah dan naluri kepada manusia untuk mengenal kebaikan dan keburukan.

Fitrah manusia telah mengenal mana yang baik dan mana yang buruk. Manusia memahami betapa indahnya kedermawanan, kejujuran dan keadilan. Dan manusia juga mengerti betapa buruknya kebohongan dan pengkhianatan. Semua itu mereka ketahui tanpa harus diajarkan. Karena manusia telah dibekali oleh Allah untuk mengenal kebaikan dan keburukan.

Allah swt berfirman,

إِنَّا هَدَيۡنَٰهُ ٱلسَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرٗا وَإِمَّا كَفُورًا

“Sungguh, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur.” (QS.Al-Insan:3)

وَنَفۡسٖ وَمَا سَوَّىٰهَا –
فَأَلۡهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقۡوَىٰهَا

“Demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya,maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya.” (QS.Asy-Syams:7-8)

4. Manusia terlahir tidak mengerti apa-apa, maka ia harus belajar !
Tentunya manusia hanya dibekali pengetahuan dasar untuk mengenal kebaikan dan keburukan, untuk lebih dalam mengenali hal itu tentu harus dengan belajar dan menambah ilmu pengetahuan. Bukankah manusia terlahir dengan tidak mengerti apa-apa.

وَٱللَّهُ أَخۡرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ شَيۡـٔٗا

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun.” (QS.An-Nahl:78)

Disinilah peran para Nabi dan Rasul. Mereka diutus untuk menyadarkan manusia bahwa manusia tercipta dari dua unsur maka perlakukan keduanya secara seimbang. Manusia telah diambil perjanjian oleh Allah swt, maka ingatlah selalu perjanjian itu dan jangan melanggarnya. Manusia telah dibekali naluri untuk mengenal kebaikan dan keburukan, maka selalu ikuti kebaikan. Dan yang terakhir manusia di lahirkan dalam keadaan kosong dan tak memiliki apa-apa, maka jangan pernah berhenti untuk belajar dan menimba ilmu.

Semoga bermanfaat…

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 212 pelanggan lain