Adakah Rahmat dalam Hati Kita?

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Adakah Rahmat dalam Hati Kita?

khazanahalquran.com – Kita memasuki sifat ke-empat dari rangkaian sifat-sifat Al-Qur’an yang telah kita kaji di bulan suci ini.

Allah swt berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

“Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” (QS.Yunus:57)

Inilah kitab yang penuh dengan rahmat..

Di awal pembukaan kitab suci ini, Allah mulai dengan sifat agung-Nya yaitu Ar-Rahman dan Ar-Rahim.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.” (QS.Al-Fatihah:1)

Sifat rahmat dalam pembukaan ini adalah lambang bahwa semua yang terkandung dalam buku ini adalah rahmat. Perintah didalamnya adalah rahmat, larangannya rahmat, yang dihalalkan rahmat, yang diharamkan rahmat dan seluruh yang diabadikan didalam kitab ini adalah rahmat.

Allah tidak menghalalkan sesuatu kecuali dibaliknya ada manfaat dan dengan rahmat-Nya Allah ingin hamba-Nya meraih manfaat itu.

Dan Allah tidak mengharamkan sesuatu kecuali dibaliknya ada bahaya, dan Allah tidak ingin melihat hamba-Nya terjerumus dalam bahaya. Bahkan ketika menceritakan tentang neraka, itupun adalah rahmat. Karena Allah tidak ingin melihat hamba-Nya terjerumus dalam api neraka.

Disaat kita jauh dari Al-Qur’an maka kita akan jauh dari rahmat.

Bukankah yang menurunkan Al-Qur’an adalah Arhamur Rahimin..

Yang menerimanya adalah Rahmatan lil Alamin..

Dan pengikut Al-Qur’an yang sebenarnya adalah yang saling menebar kasih sayang diantara sesamanya. Seperti yang Allah jelaskan dalam firman-Nya,

رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ

“Mereka berkasih sayang sesama mereka.” (QS.Al-Fath:29)

Di bulan suci ini mari kita berkaca, adakah rahmat di hati kita?

Apakah kita masih tega dengan sesama?

Apakah ucapan kita masih sering menyakiti orang lain?

Apakah perbuatan kita masih suka mendzalimi orang lain?

Bulan ini adalah waktunya kita menyerap rahmat dari Al-Qur’an untuk kemudian kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menebar rahmat dan kasih sayang kepada seluruh makhluk Allah swt.

Rasulullah saw pernah berpesan,

إِرْحَمُوْا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمُكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

“Berbelas kasih lah kepada mereka yang dibumi niscaya yang dilangit akan berbelas kasih kepadamu.”

Jauh dari rahmat akan membuat manusia menjadi bengis dan keji.

Mengapa seseorang bisa jauh dari rahmat?

Karena ia jauh dari Al-Qur’an.

Banyak orang membaca Al-Qur’an hanya sebatas pada kerongkongannya saja. Sama sekali tidak menyentuh hatinya. Maka tetap saja ia jauh dari Al-Qur’an.

Lihatlah para khawarij sebagaimana yang ditulis oleh sejarah, mereka rajin membaca Al-Qur’an bahkan menghafal Al-Qur’an. Tapi sayang bacaan itu hanya ada di lisan mereka.

Hasilnya mereka tetap melakukan perilaku yang bengis dan sadis, bahkan lebih keji dari binatang sekalipun.

Mari kita menyerap rahmat sebanyak-banyaknya di bulan suci ini.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 209 pelanggan lain