Al-Qur’an Ingin Membahagiakanmu, Bukan Menyulitkanmu !

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Al-Qur’an Ingin Membahagiakanmu, Bukan Menyulitkanmu !

khazanahalquran.com – Pada awal Surat Thoha, Allah Swt menyebutkan bahwa Al-Qur’an diturunkan kepada hati Nabi Muhammad Saw tidak untuk memberatkan atau menyulitkan beliau dan umatnya, tapi Al-Qur’an diturunkan untuk mengantarkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

طه – مَآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡقُرۡءَانَ لِتَشۡقَىٰٓ

“Tha Ha. Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah.” (QS.Tha-Ha:1-2)

Seperti yang disebutkan pada bagian akhir Surat Thaha, sejak Nabi Adam as dan Iblis dikeluarkan dari surga, manusia terbagi menjadi dua, yaitu orang-orang yang bahagia dan orang-orang yang sengsara.

Orang yang bahagia menurut Al-Qur’an adalah orang yang beriman dan mengikuti petunjuk Allah Swt.

قَالَ ٱهۡبِطَا مِنۡهَا جَمِيعَۢاۖ بَعۡضُكُمۡ لِبَعۡضٍ عَدُوّٞۖ فَإِمَّا يَأۡتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدٗى فَمَنِ ٱتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشۡقَىٰ

Dia (Allah) berfirman, “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah) barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (QS.Tha-Ha:123)

Sementara orang-orang yang sengsara adalah mereka yang menentang dan berpaling dari mengingat Allah Swt.

وَمَنۡ أَعۡرَضَ عَن ذِكۡرِي فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةٗ ضَنكٗا وَنَحۡشُرُهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ أَعۡمَىٰ

“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS.Tha-Ha:124)

Ibnu Abbas pernah menafsirkan arti kehidupan yang sempit adalah kesengsaraan.

Coba renungkan bagaimana awal dari Surat Thaha menyebutkan bahwa Al-Qur’an diturunkan untuk mengajakmu pada kebahagiaan bukan membebani atau menyengsarakanmu, lalu di akhir surat ini di tekankan kembali tentang siapa sebenarnya yang sengsara dan siapa sebenarnya yang bahagia.

Kebahagiaan hanya akan di raih dengan mengikuti petunjuk-Nya. Dan siapapun yang berpaling dari kebenaran pasti hidupnya akan sengsara.

Semoga bermanfaat.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 208 pelanggan lain