Al-Qur’an Memberi Kebahagiaan, Bukan Menyulitkan Manusia !

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Al-Qur’an Memberi Kebahagiaan, Bukan Menyulitkan Manusia !

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman,

مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَىٰ

“Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah.” (QS.Tha-Ha:2)

Al-Qur’an tidak diturunkan untuk menyusahkan manusia, namun Allah menurunkannya untuk memberi kebahagiaan, ketenangan dan ketentraman hidup.

Siapa yang sengsara karena Al-Qur’an berarti ia tidak mengenalnya.

Siapa yang kesusahan ketika mengamalkannya, maka ia tidak benar-benar mengamalkan Al-Qur’an.

Siapa yang menyengsarakan manusia dengan ilmu dan agamanya maka ia belum mengenal ilmu dan agamanya.

Setiap kebusukan dalam pemikiran mustahil dihasilkan dari Al-Qur’an. Dan setiap kebengisan dalam perbuatan tidak ada sedikitpun hubungannya dengan Nabi Muhammad saw.

Allah yang menyiapkan surga bagi kita, mengharapkan hamba-Nya membangun miniatur surga di dunia. Dengan agama seorang mampu menciptakan surganya dengan melatih keikhlasan, kerelaan hati dan ketentraman jiwa. Juga dengan menebar cinta, saling membantu, berbagi kedamaian dan kasih sayang. Karena agama Allah adalah rahmat bagi semesta, tidak ada kebengisan didalamnya.

“Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar engkau menjadi susah.” Namun agar kita menjadi bahagia, damai, rela dan dekat dengan-Nya.

وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ

“Dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah).” (QS Al-‘Alaq:19)

Adapun yang tampak sekilas kita mendapatkan kesulitan ketika mendekatkan diri atau menghadap kepada Allah, hal itu sebenarnya adalah bentuk syukur kita kepada Dzat yang selalu memberi kemudahan, pertolongan dan memberi kekuatan kepada kita untuk berbuat taat dan merasakan manisnya beribadah. Karena pada hakikatnya seorang hamba tidak akan memiliki daya dan upaya untuk melaksanakan ketaatan kecuali karena bimbingan dan taufik dari-Nya.

Karena itu ketika seseorang menegur Rasulullah saw karena melihat kaki beliau yang bengkak disebabkan banyaknya solat, Baginda Nabi hanya berkata :

“Tidakkah aku boleh menjadi hamba yang bersyukur?”

Semoga bermanfaat..

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 209 pelanggan lain