Alangkah Lemahnya Manusia !

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Alangkah Lemahnya Manusia !

khazanahalquran.com – Di dalam Al-Qur’an banyak kita temukan penjelasan tentang proses penciptaan manusia. Dimulai dengan penciptaan Nabi Adam as dan penciptaan manusia-manusia setelahnya yang disebut diciptakan dari tanah kemudian dari “air yang hina”.

ثُمَّ جَعَلَ نَسۡلَهُۥ مِن سُلَٰلَةٖ مِّن مَّآءٖ مَّهِينٖ

“Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (air mani).” (QS.As-Sajdah:8)

Pada intinya Al-Qur’an selalu ingin menyadarkan manusia bahwa sebenarnya ia tak berdaya dan tak memiliki kekuatan apa-apa.

Tapi begitulah manusia, ia selalu lalai dan alpa. Merasa punya kekuatan sehingga ia congkak, merasa punya kelebihan sehingga ia sombong dan merasa punya kehebatan sehingga merendahkan yang lain.

Nah, dalam kondisi-kondisi tertentu manusia “dipaksa” sadar dan ingat bahwa ia tidak memiliki kekuatan apapun.

Disaat tertimpa musibah, kemudian harus berada di masa krisis yang amat sulit, manusia baru sadar bahwa sebenarny mereka tak berdaya.

Kondisi hari-hari ini memaksa kita untuk berkaca dan menyadari “Alangkah lemahnya diri kita !”

Kita akan menyimak beberapa ayat yang mungkin sering kita dengar namun jarang kita renungkan kecuali dalam kondisi-kondisi sulit semacam ini.

Bahkan dihadapan sesuatu yang sangat kecil dan tidak nampak oleh mata, seakan mematikan seluruh aktifitas di dunia. Dimana kesombongan manusia? Dimana kekuatan mereka?

Allah swt berfirman :

وَخُلِقَ ٱلۡإِنسَٰنُ ضَعِيفٗا

“Dan manusia diciptakan (bersifat) lemah.” (QS.An-Nisa’:28)

Dari sini kita juga baru mengingat Firman Allah swt ;

۞يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ أَنتُمُ ٱلۡفُقَرَآءُ إِلَى ٱللَّهِۖ وَٱللَّهُ هُوَ ٱلۡغَنِيُّ ٱلۡحَمِيدُ

“Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah Dialah Yang Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu), Maha Terpuji.” (QS.Fathir:15)

Dan Allah swt juga berfirman :

وَٱللَّهُ ٱلۡغَنِيُّ وَأَنتُمُ ٱلۡفُقَرَآءُ

“Dan Allah-lah Yang Mahakaya dan kamulah yang membutuhkan (karunia-Nya).” (QS.Muhammad:38)

Makna Fuqoro’ dalam ayat ini bukan berarti membutuhkan harta saja, namun makna Fuqoro’ adalah bahwa di hadapan Allah manusia miskin dalam segala hal. Manusia bergantung total dalam segala sesuatu.

Manusia tak memiliki apa-apa maka jangan pernah jauh dari Dzat Yang Maha Kuat dan Maha Kaya. Jangan menunggu Allah swt menurunkan peringatan agar kita memahami betapa lemahnya manusia.

Renungkan selalu bahwa kita adalah makhluk yang tak berdaya, yang selalu diperintahkan untuk berucap :

لَا حَولَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّه

“Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah.”

Masa krisis ini adalah waktu yang paling tepat untuk kita belajar dan mengoreksi diri. Bila kejadian ini tidak memberi kita pelajaran, musibah apalagi yang harus diturunkan untuk memecahkan batu kesombongan yang menyelimuti hati kita?

Ya Allah kami lemah. Semua kekuatan hanya dari-Mu dan atas izin-Mu…

Tanpa-Mu kami lemah dan dengan-Mu kami kuat…

Bayi Musa selamat dan aman walau di lemparkan ke derasnya arus sungai, semua karena itu dalam pandangan Allah dan atas perintah Allah.

Sementara Fir’aun dengan semua kekuatan dan bala tentara tenggelam di laut yang sama karena meninggalkan Allah swt.

Selemah apapun bila bersama Allah menjadi kuat. Sekuat apapun tanpa Allah menjadi lemah.

Semoga bermanfaat.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 202 pelanggan lain