Bangga Diri Membuatmu Menjadi Orang Paling Rugi !

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Bangga Diri Membuatmu Menjadi Orang Paling Rugi !

khazanahalquran.com – Fanatik, congkak, sombong, kikir dan dengki adalah beberapa penyakit jiwa yang sering menjangkiti manusia. Namun ada pula penyakit yang tak kalah berbahaya dari semua itu, yaitu ujub atau bangga diri. Bahkan bila kita lihat lebih dalam, bangga diri adalah pintu pertama yang menyeret manusia ke dalam penyakit jiwa yang lain.

Ketika seseorang bangga dengan dirinya, maka ia akan sombong dan memandang orang lain lebih rendah dari dirinya. Maka ia akan fanatik dan memandang orang yang berbeda pilihan itu salah dan sesat. Maka ia akan dengki bila ada orang lain yang lebih hebat darinya.

Bangga diri membuat seseorang tidak pernah merasa bersalah dan sebaliknya ia malah melempar kesalahan itu pada orang lain. Bangga diri muncul dari rayuan setan yang membuat semua perbuatannya seakan benar dan baik.

Allah swt berfirman,

أَفَمَن زُيِّنَ لَهُۥ سُوٓءُ عَمَلِهِۦ فَرَءَاهُ حَسَنٗاَ

“Maka apakah pantas orang yang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya, lalu menganggap baik perbuatannya itu?” (QS.Fathir:8)

Ayat-ayat semacam ini banyak kita temui dalam Al-Qur’an. Bagaimana setan berusaha merubah sudut pandang manusia sehingga perbuatan buruk dihias seakan itu perbuatan yang baik dan indah.

Orang yang bangga diri akan menjadi orang yang paling merugi. Kenapa demikian?

Karena dia akan melakukan berbagai macam perbuatan dengan semaunya dan menganggap semua yang ia lakukan itu benar ! Orang yang salah dan sadar bahwa ia telah melakukan kesalahan akan lebih mudah untuk menyesal dan kembali. Namun orang yang salah dan merasa berbuat benar maka ia akan terus berbuat salah dan tidak pernah menyesalinya.

Inilah bahaya dari penyakit bangga diri. Penyakit ini membawa seseorang kepada kondisi dimana ia membenarkan semua perbuatannya. Dia merasa tidak pernah salah. Dan disinilah awal kehancurannya !

Karena itu Al-Qur’an selalu memperingatkan agar kita tidak menjadi seseorang yang paling merugi. Dalam sebuah ayat dalam Surat Al-Kahfi kita berusaha disadarkan untuk selalu menimbang apa yang akan kita lakukan, apa yang sedang kita lakukan dan apa yang telah kita lakukan. Jangan-jangan selama ini kita terbuai dengan amalan-amalan yang sia-sia padahal itu semua kita anggap baik dan benar.

قُلۡ هَلۡ نُنَبِّئُكُم بِٱلۡأَخۡسَرِينَ أَعۡمَٰلًا – ٱلَّذِينَ ضَلَّ سَعۡيُهُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَهُمۡ يَحۡسَبُونَ أَنَّهُمۡ يُحۡسِنُونَ صُنۡعًا

Katakanlah (Muhammad), “Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?” (Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya. (QS.Al-Kahfi:103-104)

Coba perhatikan ayat ini, Al-Qur’an berulang kali memperingatkan banyak sekali manusia yang sangat merugi di hari kiamat nanti. Karena selama ini mereka merasa telah berbuat dengan sebaik-baiknya tapi perbuatan itu sia-sia dan tidak ada artinya.

Dalam ayat lain Al-Qur’an menyebutkan bahwa bangga diri bisa menyeret manusia untuk berpaling dari kebenaran karena ia menyangka selama ini dirinya lah yang paling benar !

Allah swt berfirman :

وَإِنَّهُمۡ لَيَصُدُّونَهُمۡ عَنِ ٱلسَّبِيلِ وَيَحۡسَبُونَ أَنَّهُم مُّهۡتَدُونَ

“Dan sungguh, mereka (setan-setan itu) benar-benar menghalang-halangi mereka dari jalan yang benar, sedang mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.” (QS.Az-Zukhruf:37)

Dalam ayat lain Allah berfirman :

يَوۡمَ يَبۡعَثُهُمُ ٱللَّهُ جَمِيعٗا فَيَحۡلِفُونَ لَهُۥ كَمَا يَحۡلِفُونَ لَكُمۡ وَيَحۡسَبُونَ أَنَّهُمۡ عَلَىٰ شَيۡءٍۚ أَلَآ إِنَّهُمۡ هُمُ ٱلۡكَٰذِبُونَ

(Ingatlah) pada hari (ketika) mereka semua dibangkitkan Allah, lalu mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan orang musyrik) sebagaimana mereka bersumpah kepadamu; dan mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh sesuatu (manfaat). Ketahuilah, bahwa mereka orang-orang pendusta. (QS.Al-Mujadilah:18)

Dalam ayat lain Allah swt berfirman :

فَرِيقًا هَدَىٰ وَفَرِيقًا حَقَّ عَلَيۡهِمُ ٱلضَّلَٰلَةُۚ إِنَّهُمُ ٱتَّخَذُواْ ٱلشَّيَٰطِينَ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَيَحۡسَبُونَ أَنَّهُم مُّهۡتَدُونَ

“Sebagian diberi-Nya petunjuk dan sebagian lagi sepantasnya menjadi sesat. Mereka menjadikan setan-setan sebagai pelindung selain Allah. Mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.” (QS.Al-A’raf:30)

Ayat-ayat ini memberikan kepada kita gambaran yang sangat mengerikan. Bagaimana seseorang selama hidupnya mengira bahwa ia berada di jalan kebenaran, ia berada di jalan kebaikan dan ia melakukan yang terbaik dalam hidupnya namun ternyata semua itu sia-sia dan tidak ada kesempatan lagi untuk mengulanginya.

Maka ini adalah waktu yang tepat untuk kita mengoreksi diri. Apakah ada penyakit bangga diri dalam diri kita? Apakah selama ini mengira berbuat sesuatu yang baik dan bermanfaat tapi nyatanya semua itu sia-sia?

Mari kita memperbaiki diri sebelum kita menjadi orang yang paling merugi. Semoga bermanfaat..

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 199 pelanggan lain