Beginilah Seharusnya Kecintaan Seorang Mukmin Kepada Allah dan Rasul-Nya

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Beginilah Seharusnya Kecintaan Seorang Mukmin Kepada Allah dan Rasul-Nya

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman :

قُلۡ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمۡ وَأَبۡنَآؤُكُمۡ وَإِخۡوَٰنُكُمۡ وَأَزۡوَٰجُكُمۡ وَعَشِيرَتُكُمۡ وَأَمۡوَٰلٌ ٱقۡتَرَفۡتُمُوهَا وَتِجَٰرَةٞ تَخۡشَوۡنَ كَسَادَهَا وَمَسَٰكِنُ تَرۡضَوۡنَهَآ أَحَبَّ إِلَيۡكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَجِهَادٖ فِي سَبِيلِهِۦ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّىٰ يَأۡتِيَ ٱللَّهُ بِأَمۡرِهِۦۗ وَٱللَّهُ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡفَٰسِقِينَ

Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (QS.At-Taubah:24)

Ayat ini memberikan isyarat kepada kita bahwa hendaknya seorang mukmin menjadikan cinta kepada Allah swt, Rasul-Nya dan berjihad dijalan-Nya adalah yang nomer satu di hatinya. Tiada sesuatu yang boleh menggantikan posisi ini karena cinta kepada Allah dan Rasul-Nya diatas segalanya.

Sebagaimana dalam sebuah ayat disebutkan :

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَشَدُّ حُبّٗا لِّلَّهِ

“Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah.” (QS.Al-Baqarah:165)

Yang menarik dari ayat ini adalah Allah swt menyebutkan delapan hal yang boleh kita cintai di dunia ini. Yaitu orang tua, anak, pasangan (suami / istri), keluarga, harta, perniagaan dan tempat tinggal.

Ini semua boleh kita cintai, namun apabila kecintaan kita pada hal-hal ini melebihi kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya maka pada akhir ayat itu akan kita temukan ancaman Allah swt tentang datangnya siksa dan kehancuraan.

فَتَرَبَّصُواْ حَتَّىٰ يَأۡتِيَ ٱللَّهُ بِأَمۡرِهِ

“Maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya.”

Poin yang menarik adalah :

Allah swt memberi ancaman yang dahsyat apabila kecintaan kita pada hal-hal yang halal ini lebih besar dibanding kecintaan kita kepada Allah, maka bisa kita bayangkan bagaimana bila kita mencintai sesuatu yang diharamkan oleh Allah melebihi kecintaan kita kepada-Nya? Mencintai yang halal saja tidak boleh melebihi kecintaan kepada Allah, bagaimana bila mencintai yang haram?

Kemudian Allah mengakhiri ayat ini dengan :

وَٱللَّهُ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡفَٰسِقِينَ

“Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.”

Apabila orang yang mencintai 8 hal ini melebihi Allah telah tergolong sebagai orang yang fasik, bagaimana bila kita mencintai sesuatu yang haram melebihi Allah swt?

Karenanya jadikan Allah dan Rasul-Nya sebagai yang nomer satu di hati kita. Cintailah segala sesuati karena Allah maka kecintaan itu akan menjadi kekal.

Semoga bermanfaat..

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 211 pelanggan lain