Bentuk Mengabaikan Al-Qur’an

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Bentuk Mengabaikan Al-Qur’an

khazanahalquran.com – Allah Swt berfirman :

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan”. (QS.al-Furqon:30)

Ayat ini berbicara tentang keluhan Rasulullah Saw dihadapan Allah tentang perlakuan umatnya kepada Al-Qur’an. Dan keluhan Rasulullah Saw berlanjut hingga hari ini dimana mayoritas kaum muslimin sangat kurang dalam memperhatikan Al-Qur’an.

Mereka mengubur Al-Qur’an di rak-rak buku hingga berdebu. Dan hanya menyentuhnya sesekali dalam momen-momen tertentu.

Kali ini kita akan menyimak apa yang dimaksud “mengabaikan” Al-Qur’an seperti yang dikeluhkan oleh Baginda Nabi Saw ?

1. Mengabaikan membaca dan mendengarkan Al-Qur’an.

Bentuk mengabaikan yang pertama adalah meninggalkan Al-Qur’an secara total, bahkan tidak mau membacanya atau mendengarkannya. Ini adalah bentuk pengabaian yang tertinggi.

2. Mengabaikan perenungan dan memahami maknanya.

Pengabaian terhadap Al-Qur’an di tingkat yang lebih rendah adalah ia mau mendengar dan membaca Al-Qur’an tapi tidak pernah merenungkan dan berusaha memahami maknanya. Ia hanya membaca tanpa mengerti sama sekali. Sedangkan Al-Qur’an adalah kitab petunjuk, lalu bagaimana seseorang mendapatkan petunjuk bila tidak mengerti maknanya?

3. Mengabaikan beramal sesuai Al-Qur’an.

Seorang tidak mungkin mengamalkan Al-Qur’an bila ia tidak memahami pesan darinya. Memahami apa yang dimaukan oleh Al-Qur’an adalah syarat ia dapat mengamalkannya.

Dan ini adalah salah satu makna mengabaikan Al-Qur’an, yakni ia membaca Al-Qur’an tapi tidak mengamalkannya.

4. Mengabaikan hukum dari Al-Qur’an.

Al-Qur’an diturunkan untuk manusia agar menjadi pedoman dalam hidup mereka seperti dalam menentukan hukum dan sebagainya. Maka salah satu bentuk pengabaian kepada Al-Qur’an adalah ketika manusia tidak menggunakan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam mengambil keputusan dalam hidupnya.

5. Mengabaikan pengobatan yang terkandung dalam Al-Qur’an.

Al-Qur’an adalah kitab mukjizat yang diturunkan kepada Baginda Nabi Saw. Al-Qur’an adalah obat bagi jiwa yang dipenuhi penyakit. Al-Qur’an adalah penenang hati dan penentram jiwa.

Maka barangsiapa yang meninggalkan Al-Qur’an untuk mengobati jiwanya maka ia termasuk dalam mengabaikan Al-Qur’an.

Semoga di bulan Al-Qur’an ini kita lebih akrab dengan Al-Qur’an dan tidak termasuk golongan yang mengabaikannya.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 210 pelanggan lain