Bila Lupa Tujuan, Bagaimana Seseorang Akan Sampai?

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Bila Lupa Tujuan, Bagaimana Seseorang Akan Sampai?

khazanahalquran.com – Kita adalah manusia yang terbatas dan tentunya memiliki kapasitas yang terbatas pula untuk mempelajari dan menyimpan ilmu. Setiap sisi kehidupan ini penuh dengan ilmu dan pelajaran, tapi sudahkah kita mempelajari ilmu yang paling penting dalam hidup? Sudahkah kita mendalami ilmu yang sangat menentukan nasib kita selanjutnya?

Salah satu ilmu yang harus kita pahami dan harus selalu kita ingat-ingat adalah ilmu tentang tujuan hidup kita. Bila kita lupa dengan tujuan, maka mustahil kita akan sampai kepadanya.

Lalu kita akan bertanya kepada Al-Qur’an, apa sebenarnya tujuan kita diciptakan? Karena yang mengetahui tujuan penciptaan manusia pastinya hanya Sang Pencipta Manusia !

Bila kita tengok kepada ayat-ayat Al-Qur’an, akan kita temukan beberapa tujuan berikut ini :

Pertama : Manusia diciptakan untuk ibadah.

Allah swt berfirman :

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS.Adz-Dzariyat:56)

Kajian tentang tauhid ini seyogyanya harus disampaikan dalam kajian yang panjang dan mendetail. Namun secara singkat, bila kita nalar secara logika “Apabila seseorang bergantung total kepada sesuatu, bahkan untuk sekedar menghembuskan nafas dan berkedip saja ia bergantung, maka tidak ada yang layak dilakukan kecuali patuh dan tunduk kepada Dzat Yang Memberinya semua kemampuan ini.”

Kedua: Dibalik tujuan ibadah adalah ingin menyampaikan manusia menuju tingkat “Takwa”.

Allah swt berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعۡبُدُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ

“Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” (QS.Al-Baqarah:21)

Semua bentuk ibadah bertujuan untuk menyampaikan manusia menuju derajat “Takwa”. Bila seseorang gencar beribadah namun ketakwaan dalam dirinya tidak meningkat berarti perlu di cek kembali, pasti ada yang salah dalam ibadahnya.

Takwa artinya suatu kondisi dimana seseorang memiliki antibodi terhadap maksiat dan dosa dan memiliki semangat untuk kebaikan dan pahala.

Bila kita rajib beribadah dan juga rajin bermaksiat, maka pasti ada yang bermasalah dalam ibadah kita. Karena ibadah yang benar akan menjauhkan seseorang dari rayuan dosa dan kemaksiatan.

Ketiga: Tujuan selanjutnya setelah manusia mencapai takwa adalah kesuksesan dan keselamatan dalam hidupnya di dunia dan di akhirat.

وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ

“Dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.” (QS.Ali ‘Imran:130)

Maka secara singkat tujuan kita diciptakan adalah agar kita sampai pada derajat sukses yang sejati.

Inilah beberapa tingkatan tujuan penciptaan manusia. Mari kita selalu mengingat tujuan kita diciptakan, karena bila lupa tujuan pasti akan sesat jalan.

Semoga bermanfaat…

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 201 pelanggan lain