Buta di Dunia, Buta di Akhirat !

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Buta di Dunia, Buta di Akhirat !

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman,

وَمَن كَانَ فِي هَٰذِهِۦٓ أَعۡمَىٰ فَهُوَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ أَعۡمَىٰ وَأَضَلُّ سَبِيلٗا

“Dan barang siapa buta (hatinya) di dunia ini, maka di akhirat dia akan buta dan tersesat jauh dari jalan (yang benar).” (QS.Al-Isra’:72)

Al-Qur’an sering menggunakan kata “Buta” dalam beberapa ayat-ayatnya. Namun yang dimaksud bukanlah kebutaan secara fisik saja, karena kebutaan itu terbagi menjadi dua :

1. Buta fisik (mata).

Yaitu kebutaan yang membuat seseorang tidak mampu melihat dan sulit untuk mencapai tujuan yang ia maksud.

Namun yang perlu diperhatikan, kebutaan fisik tidak menjadikan seseorang tidak mampu melakukan apa-apa, atau tidak mampu mencapai tujuan yang ia inginkan. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, apakah itu dengan bantuan orang lain atau dengan belajar atau membiasakan diri untuk melakukan sesuatu tanpa melihat.

2. Buta Hati (jiwa).

Kebutaan yang kedua ini jauh lebih berat dan berbahaya.

Seorang yang buta hatinya tidak akan pernah sampai pada jalan kebenaran. Hatinya telah buta sehingga ia tidak pernah melihat kebenaran walau tampak jelas dihadapan mata. Dalil dan argumentasi yang diberikan tidak akan mampu merubah hatinya, karena hati itu telah buta !

Buta fisik mungkin bukan pilihan seseorang, ia terpaksa menjalani hidup dengan kekurangan semacam itu. Namun buta hati adalah pilihan manusia itu sendiri.

Allah swt telah memberi cahaya dihatinya untuk dapat melihat kebenaran dan dijauhkan dari kesesatan. Namun ia abaikan semua itu dan memilih untuk menutup mata hatinya dari semua cahaya kebenaran.

فَإِنَّهَا لَا تَعۡمَى ٱلۡأَبۡصَٰرُ وَلَٰكِن تَعۡمَى ٱلۡقُلُوبُ ٱلَّتِي فِي ٱلصُّدُورِ

“Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.” (QS.Al-Hajj:46)

Orang yang buta hatinya akan mendapati kehidupan dunia yang penuh sengsara. Karena ia tak lagi mampu melihat kebaikan dan kebenaran. Hidupnya selalu terombang-ambing dalam kesesatan.

Belum lagi kelak di akhirat ia akan dibangkitkan dalam kondisi buta pula. Ia tidak akan menemukan jalan surga, ia tidak akan mampu melihat jalan kebahagiaan, ia tak mampu melangkah menuju keridhoan-Nya, karena ia telah membutakan hatinya di dunia maka Allah membangkitkannya dalam keadaan buta.

Yang buta hati disini kelak akan buta pula disana. Bukankah Al-Qur’an menceritakan ketika seseorang dibangkitkan dalam keadaan buta, ia pun berteriak dan bertanya :

قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرۡتَنِيٓ أَعۡمَىٰ وَقَدۡ كُنتُ بَصِيرٗا

Dia berkata, “Ya Tuhanku, mengapa Engkau bangkitkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?” (QS.Tha-Ha:125)

Lalu kemudian Allah swt menjawab,

قَالَ كَذَٰلِكَ أَتَتۡكَ ءَايَٰتُنَا فَنَسِيتَهَاۖ وَكَذَٰلِكَ ٱلۡيَوۡمَ تُنسَىٰ

Dia (Allah) berfirman, “Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, jadi begitu (pula) pada hari ini kamu diabaikan.” (QS.Tha-Ha:126)

Kita memohon kepada Allah agar diselamatkan dari kebutaan fisik terutama kebutaan hati yang akan membawa kesengsaraan di dunia dan akhirat.

Semoga bermanfaat

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 209 pelanggan lain