Caci Maki hanya Melahirkan Permusuhan !

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Caci Maki hanya Melahirkan Permusuhan !

khazanahalquran.com – Islam menutup semua alasan untuk caci maki, walau dengan tujuan yang baik. Allah swt berfirman,

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ

“Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan.” (QS.Al-An’am:108)

Ayat ini ingin mengajarkan agar kita dapat mengontrol emosi dan menjaga lisan kita dari cacian dan kata-kata yang keji. Bukan hanya kepada sesama muslim, bahkan kepada siapapun tanpa terkecuali.

Kita harus sadari bahwa setiap kata-kata kotor yang kita ucapkan akan mendatangkan akibat yang kotor pula. Mungkin niat kita baik demi mencegah orang lain berbuat buruk. Namun sesuatu yang disampaikan dengan cacian tidak akan membuatnya meninggalkan perbuatan buruk.

Cacian hanya akan membangkitkan permusuhan. Cacian akan melahirkan dendam dan kedengkian.

Ucapan kotor yang keluar dari lisan kita menunjukkan lemahnya rasionalitas dan spiritualitas seseorang. Semakin tinggi tingkat intelektualitas seseorang maka harusnya ia akan semakin menjaga ucapannya.

Setiap perbuatan yang kita lakukan akan memberikan akibat. Cacian yang kita lontarkan akan memberi efek yang panjang. Apalagi mencaci sesuatu yang sensitif yang berkaitan dengan keyakinan. Karena tentu orang yang kita caci maki akan membalas cacian kita dengan menjelekkan apa yang kita yakini.

“Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas…”

Mencaci sesuatu yang dianggap mulia dan terhormat oleh orang lain adalah kekejian yang besar. Kita tidak punya hak untuk mencaci dan merendahkan mereka.

Islam tidak memberi celah sedikitpun untuk menghalalkan cacian dan umpatan. Lalu bagaimana kita akan mencari alasan untuk mencaci dengan alasan dakwah dan nahi munkar?

Dakwah dan amar ma’ruf nahi munkar tidak boleh dikotori dengan kata-kata yang kotor.

Sayyidina Ali bin Abi tholib ditengah perang Shiffin berpesan pada pasukannya,

“Sungguh aku tidak menyukai apabila kalian menjadi orang-orang yang suka mencela.”

Tegur orang-orang yang bersalah, sebutkan kesalahan-kesalahan mereka namun tetap dngan cara yang baik tanpa ada caci maki.

Semoga bermanfaat…

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 212 pelanggan lain