Cara Berinteraksi dalam Surat Hujurat

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Cara Berinteraksi dalam Surat Hujurat

khazanahalquran.com – Al-Qur’an dalam banyak suratnya seringkali membahas hal-hal yang berkaitan dengan cara menjaga keseimbangan dalam hidup bermasyarakat.

Salah satunya adalah Surat Hujurat. Surat ini berisi tentang adab dan cara kita bergaul dengan sesama manusia untuk membangun kehidupan yang damai.

Dan beberapa masalah yang disinggung dalam Surat Hujurat antara lain seperti yang disebutkan dalam ayat berikut ini :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱجۡتَنِبُواْ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعۡضَ ٱلظَّنِّ إِثۡمٞۖ وَلَا تَجَسَّسُواْ وَلَا يَغۡتَب بَّعۡضُكُم بَعۡضًاۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمۡ أَن يَأۡكُلَ لَحۡمَ أَخِيهِ مَيۡتٗا فَكَرِهۡتُمُوهُۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٞ رَّحِيم

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.” (QS.Al-Hujurat:12)

Ayat ini khusus memberikan peringatan bagi kaum mukmimin. Karena bila seorang mukmin terkena penyakit-penyakit jiwa yang disebut dalam ayat diatas, maka bukan saja hubungan antar manusia yang rusak tapi hubungannya dengan Allah juga akan bermasalah.

Adapun peringatan-peringt yang disebutkan ayat diatas adalah :

1. Jauhi banyak prasangka.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱجۡتَنِبُواْ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلظَّنِّ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka..”

Mengapa ayat ini menyebut jauhi “banyak prasangka”, bukan “semua prasangka?”

Karena tidak semua prasangka itu buruk. Prasangka baikmu pada saudaramu juga sebuah prasangka namun hal itu baik.

Tapi kebanyakan prasangka itu buruk maka jauhilah prasangka-prasangka buruk tersebut.

2. Jangan mencari-cari aib orang lain

وَلَا تَجَسَّسُواْ

“Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain…”

3. Jangan menggunjing atau membicarakan keburukan orang lain dibelakang.

وَلَا يَغۡتَب بَّعۡضُكُم بَعۡضًاۚ

“Dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain..”

Masalah ini menarik untuk kita perhatikan. Bila kita melakukan sebuah keburukan maka keburukan itu akan mengantarkan kita menuju keburukan yang lain.

Dimulai dari prasangka buruk akan mengantarkan kita menuju “mencari-cari aib” orang tersebut. Atau bahkan menyuruh orang lain untuk memata-matai orang yang kita maksud, apa kira-kira yang dia lakukan dalam kesendirian. Setelah proses mencari-cari aib orang lain maka kita akan terjerumus dalam ghibah yang memiliki efek yang dahsyat ditengah masyarakat.

Karenanya Al-Qur’an sangat melarang kita berprasangka buruk yang akan berakhir pada ghibah. Bahkan Al-Qur’an memperumpamakan perbuatan keji ini seperti memakan bangkai saudaranya sendiri.

أَيُحِبُّ أَحَدُكُمۡ أَن يَأۡكُلَ لَحۡمَ أَخِيهِ مَيۡتٗا فَكَرِهۡتُمُوهُۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٞ رَّحِيمٞ

“Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.” (QS.Al-Hujurat:12)

Semoga bermanfaat…

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 200 pelanggan lain