Cara Musuh Melemahkanmu !

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Cara Musuh Melemahkanmu !

khazanahalquran.com –  Salah satu cara musuh kebenaran untuk melemahkan seseorang adalah dengan mengingatkannya dengan masa lalunya. Padahal kenangan masa lalu itu bukanlah merupakan kekurangan ataupun aib, mereka hanya ingin merendahkan dan menghinakan.

Bila diingatkan, hal-hal yang terjadi di masa lalu bisa membuat seseorang menjadi down dan kehilangan semangat.

Kelemahanmu di masa lalu, ketidak berdayaanmu kala itu, semuanya bisa menjadi penghalang bila terus diingatkan.

Bahkan prestasimu dimasa lalu juga bisa menjadi penghalangmu untuk berbuat karena merasa telah menjadi orang yang hebat.

Begitulah Al-Qur’an mengabadikan cara musuh untuk melemahkan utusan-utusan Allah swt. Seperti kisah Fir’aun yang berkata kepada Nabi Musa as,

قَالَ أَلَمۡ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدٗا وَلَبِثۡتَ فِينَا مِنۡ عُمُرِكَ سِنِينَ

Dia (Fir‘aun) menjawab, “Bukankah kami telah mengasuhmu dalam lingkungan (keluarga) kami, waktu engkau masih kanak-kanak dan engkau tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu.” (QS.Asy-Syu’ara:18)

Fir’aun berusaha mengingatkan Nabi Musa as bahwa dulunya Musa hanyalah bayi lemah yang diasuh oleh Fir’aun. Dia berusaha mengingatkan Nabi Musa ke masa lalunya agar beliau merasa lemah dan tak berdaya.

Dalam kisah lainnya, terkadang musuh tidak mengingatkanmu tentang masa lalumu yang lemah. Namun musuh berusaha menghalangimu dengan mengingatkan kebaikan dan prestasimu yang mereka kagumi agar engkau tidak membawa sesuatu yang mungkin akan ditolak oleh mereka dan menjadikanmu musuh bagi mereka.

قَالُواْ يَٰصَٰلِحُ قَدۡ كُنتَ فِينَا مَرۡجُوّٗا قَبۡلَ هَٰذَآ

Mereka (kaum Tsamud) berkata, “Wahai Shalih! Sungguh, engkau sebelum ini berada di tengah-tengah kami merupakan orang yang di harapkan.” (QS Hud:62)

Maka jangan pernah mendengarkan ocehan mereka. Jangan buang waktumu untuk terbawa dengan apa yang mereka bicarakan.

Ingatlah bahwa hidupmu adalah hari ini ! Dan hari kemarin biarlah menjadi kisah dan sejarah yang penuh pelajaran.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 209 pelanggan lain