Dimana Kehidupan Yang Baik?

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Dimana Kehidupan Yang Baik?

khazanahalquran.com – Allah Swt Berfirman :

مَنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَلَنُحۡيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةٗ طَيِّبَةٗۖ وَلَنَجۡزِيَنَّهُمۡ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ

“Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS.An-Nahl:97)

Sayyidina Ali bin abi tholib menafsirkan kalimat “kehidupan yang baik” dengan arti Qona’ah (merasa cukup.

Tidak ada jalan menuju kehidupan yang baik, tenang dan tentram kecuali dengan Qona’ah. Kenapa?

Karena apabila seorang hamba rela dengan apa yang diberikan oleh Allah kepadanya, maka ia akan hidup terhormat walau tidak memiliki banyak harta.

Rasulullah Saw juga memberikan wejangan kepada umatnya untuk menumbuhkan sifat Qona’ah dalam hatinya.

“Jadikan dirimu rela terhadap apa yang diberikan oleh Allah, maka engkau akan menjadi manusia paling kaya.”

Rasul Saw bersabda :

“Kekayaan bukanlah dengan banyaknya harta, namun kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan jiwa.”

Qona’ah mendatangkan kecintaan Allah dan kecintaan manusia.

Seorang yang merasa cukup dengan apa yang diberikan oleh Allah Swt akan memiliki jiwa yang tenang, hati yang bahagia dan pikiran yang rileks.

Dia tidak memperhatikan apa yang dimiliki orang lain dan tidak ambisi dengan apa yang tidak ia miliki. Karenanya, orang seperti ini akan mendapat kecintaan Allah dan dicintai pula oleh manusia. Sungguh benar apa yang disabdakan oleh Rasulullah Saw.

“Bersikaplah zuhud di dunia maka Allah akan mencintaimu dan zuhudlah dengan apa yang dimiliki orang lain maka manusia akan mencintaimu.”

Orang yang Qona’ah adalah orang yang bersyukur.

Tentunya, seseorang tidak akan mencapai derajat syukur jika ia tidak merasa cukup dengan apa yang ia miliki. Orang yang bersyukur adalah ia rela dengan rezeki yang diberikan oleh Allah dan merasa cukup dengannya.

Orang yang Qona’ah adalah orang yang memiliki kehormatan diri. Tidak pernah ia merendahkan wajahnya untuk memohon kepada orang lain.

Rasulullah Saw pernah memberi kabar gembira bagi orang-orang yang Qona’ah dalam sabdanya :

“Sungguh telah beruntung seorang yang masuk Islam dan mendapat anugerah berupa kecukupan dari Allah Swt. Sehingga Allah menjadikannya rela dengan apa yang ia dapatkan.”

Orang yang Qana’ah, hidupnya seperti raja.

Sayyidina Ali bin Abi tholib pernah berkata :

“Jadilah orang yang Qana’ah maka engkau akan menjadi raja (merasa cukup dan tidak memerlukan yang lain).”

Semoga kita termasuk orang-orang yang Qana’ah.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 210 pelanggan lain