Dua Macam Penyakit Dalam Al-Qur’an

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Dua Macam Penyakit Dalam Al-Qur’an

khazanahalquran.com – Penyakit dibagi menjadi dua didalam Al-Qur’an.

Bagian pertama adalah penyakit yang menimpa tubuh manusia.

وَلَا عَلَى الْمَرِيضِ حَرَجٌ

“Dan tidak ada dosa atas orang-orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang).” (QS.Al-Fath:17)

لَيْسَ عَلَى الضُّعَفَاءِ وَلَا عَلَى الْمَرْضَىٰ

“Tidak ada dosa (karena tidak pergi berperang) atas orang yang lemah, orang yang sakit.” (QS.At-Taubah:91)

Dua ayat ini menceritakan bagaimana kelemahan atau sebuah penyakit yang menimpa seseorang bisa membebaskannya dari tugas maupun taklifnya.

Bagian kedua adalah penyakit masyarakat dan penyakit hati.

Penyakit-penyakit moral yang buruk seperti kebodohan, kepengecutan, pengkhianatan, kekikiran dan selainnya adalah sisi lain dari penyakit yang disebutkan dalam Al-Qur’an.

فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan mereka mendapat azab yang pedih, karena mereka berdusta.” (QS.Al-Baqarah:10)

وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ

“Dan adapun orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit, maka (dengan surah itu) akan menambah kekafiran mereka yang telah ada.” (QS.At-Taubah:125)

Tapi yang menarik yang akan kita kaji kali ini adalah mengapa kemunafikan dan kekafiran diperumpamakan seperti penyakit?

Ada beberapa alasan yang dapat kita sebutkan :

1. Karena keduanya menghalangi manusia untuk mendapatkan kemuliaan dan manfaat, seperti penyakit tubuh yang menghalangi banyak hal dalam kehidupan seseorang.

2. Karena keduanya menghalangi manusia untuk meraih kehidupan yang sebenarnya di akhirat.

وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.” (QS.Al-Ankabut:64)

3. Karena keduanya mempengaruhi manusia untuk condong kepada keburukan sebagaimana penyakit mempengaruhi kondisi fisik seseorang menjadi tidak stabil.

Seperti contoh satu sifat keji yang dicontohkan oleh Baginda Nabi saw dalam sabda beliau,

وَأَيُّ دَاءٍ أَدْوَأُ مِنَ الْبُخْلِ

“Dan penyakit apa yang lebih mematikan dari kekikiran?”

Semoga bermanfaat..

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 209 pelanggan lain