Dua Penyesalan Terbesar di Hari Kiamat

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Dua Penyesalan Terbesar di Hari Kiamat

khazanahalquran.com – Penyesalan memang menyakitkan. Penyesalan memang menyesakkan. Tapi penyesalan di dunia bisa menjadi titik balik bagi seseorang untuk merubah hidupnya. Selama nafas masih berhembus, tidak ada kata terlambat untuk berubah.

Berbeda dengan penyesalan seseorang di hari kiamat. Disana tidak ada lagi kesempatan kedua untuk kembali, tidak ada waktu untuk berubah dan semuanya telah terlambat. Penyesalan di hari kiamat hanya akan semakin menyakitkan hari demi hari.

Dalam sebuah ayat diceritakan penyesalan orang-orang dzalim di hari kiamat, Allah swt berfirman :

وَيَوۡمَ يَعَضُّ ٱلظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيۡهِ يَقُولُ يَٰلَيۡتَنِي ٱتَّخَذۡتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلٗا – يَٰوَيۡلَتَىٰ لَيۡتَنِي لَمۡ أَتَّخِذۡ فُلَانًا خَلِيلٗا – لَّقَدۡ أَضَلَّنِي عَنِ ٱلذِّكۡرِ بَعۡدَ إِذۡ جَآءَنِيۗ وَكَانَ ٱلشَّيۡطَٰنُ لِلۡإِنسَٰنِ خَذُولٗا

Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zhalim menggigit dua jarinya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, “Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul. Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku), sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al-Qur’an) ketika (Al-Qur’an) itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia.” (QS.Al-Furqan:27-29)

Hari Kiamat adalah hari setiap orang merasakan hasil dari perbuatannya, memetik buah dari amalnya dan mendapatkan kembali haknya yang terampas di dunia. Orang-orang dzalim akan merasakan balasan dari kedzalimannya dan orang-orang baik akan merasakan manisnya kesabaran di dunia.

Hingga pada ayat diatas digambarkan bagaimana orang-orang dzalim menggigit jari mereka karena dahsyatnya ketakutakan dan dalamnya penyesalan. Pertanyaannya, mengapa mereka digambarkan sedang menggigit jari-jari mereka sendiri?

Ada beberapa sebab orang-orang dzalim menggigit jari-jari mereka di hari Kiamat dan dua sebab yang paling utama adalah karena :

  1. Kenikmatan di akhirat tidak bisa dibandingkan dengan kenikmatan dunia, secara kualitas maupun kuantitas.
  2. Dunia itu sifatnya fana dan sementara sedangkan akhirat itu abadi.

Poinnya, orang-orang dzalim hanya bisa menyesal dan mengigit jari-jari mereka ketika melihat kehidupan akhirat itu nyata. Kenikmatannya abadi dan siksanya pun abadi.

Mereka menyesal karena lebih memilih kenikmatan dunia yang sesaat dan mengabaikan kehidupan akhirat yang abadi.

Pada ayat diatas disebutkan dua cita-cita orang-orang dzalim ketika mereka merasakan siksa yang nyata di akhirat.

1. Andai aku mengikuti jalan para Nabi !

Penyesalan pertama adalah karena mereka tidak mengikuti ajakan para Nabi.

“Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul…”

Andai aku mengikuti apa yang dikatakan oleh para utusan Allah, tentu aku tidak akan merasakan siksaan yang dahsyat ini. Oh andai aku tidak menolak ajakan para Nabi tentu aku telah merasakan keindahan dan kenikmatan abadi di surga.

Karena para Nabi ingin membawa umatnya untuk menuju kebahagiaan dunia dan akhirat seperti yang kita temukan dalam ayat-ayat Al-Qur’an.

2. Andai aku tidak berteman dengannya !

Penyesalan kedua adalah karena mereka salah dalam memilih teman.

يَٰوَيۡلَتَىٰ لَيۡتَنِي لَمۡ أَتَّخِذۡ فُلَانًا خَلِيلٗا

“Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku).”

Bayangkan, penyesalan mereka adalah karena salah memilih teman. Hal ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh teman terhadap nasib kita di akhirat !

Bukankah dalam ayat lain Allah swt juga menceritakan penyesalan seseoranga di akhirat karena salah memilih teman.

لَّقَدۡ أَضَلَّنِي عَنِ ٱلذِّكۡرِ بَعۡدَ إِذۡ جَآءَنِي

“Sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al-Qur’an) ketika (Al-Qur’an) itu telah datang kepadaku.” (QS.Al-Furqan:29)

Temanmu bisa mengantarmu ke surga dan temanmu juga bisa mendorongmu ke dalam api neraka. Maka berhati-hati lah dalam memilih teman karena teman yang buruk tidak akan pernah setia bahkan ia akan menjadi musuhmu kelak di hari kiamat.

ٱلۡأَخِلَّآءُ يَوۡمَئِذِۭ بَعۡضُهُمۡ لِبَعۡضٍ عَدُوٌّ إِلَّا ٱلۡمُتَّقِينَ

“Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa.” (QS.Az-Zukhruf:67)

Itulah dua penyesalan terbesar bagi orang-orang dzalim di hari kiamat. Semoga kita tidak merasakan penyesalan semacam itu kelak ketika dibangkitkan di Hari Kiamat.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 210 pelanggan lain