Dua Wajah di Hari Kiamat

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Dua Wajah di Hari Kiamat

khazanahalquran.com – Di hari Kiamat kita akan menyaksikan wajah manusia dalam dua kondisi. Ada wajah mereka yang putih bersinar dan wajah yang hitam muram.

Allah swt berfirman,

يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٌ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ٱسۡوَدَّتۡ وُجُوهُهُمۡ أَكَفَرۡتُم بَعۡدَ إِيمَٰنِكُمۡ فَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَ بِمَا كُنتُمۡ تَكۡفُرُونَ – وَأَمَّا ٱلَّذِينَ ٱبۡيَضَّتۡ وُجُوهُهُمۡ فَفِي رَحۡمَةِ ٱللَّهِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ

“Pada hari itu ada wajah yang putih berseri, dan ada pula wajah yang hitam muram. Adapun orang-orang yang berwajah hitam muram (kepada mereka dikatakan), “Mengapa kamu kafir setelah beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.”

Dan adapun orang-orang yang berwajah putih berseri, mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya. (QS.Ali ‘Imran:106)

Bagaimana yang dimaksud wajah manusia dapat memutih atau menghitam di hari Kiamat?

“Pada hari itu ada wajah yang putih berseri, dan ada pula wajah yang hitam muram.”

Pada masalah hitam dan putihnya wajah, kita dapat memaknainya dengan dua sudut pandang.

Makna Pertama : Hakikat wajah yang berubah.

Orang-orang durjana wajahnya menghitam karena dahsyatnya siksa dan terbakar api neraka. Sementara orang-orang baik wajahnya memutih karena pancaran cahaya yang terang dari wajahnya.

Allah swt berfirman :

وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ تَرَى ٱلَّذِينَ كَذَبُواْ عَلَى ٱللَّهِ وُجُوهُهُم مُّسۡوَدَّةٌۚ أَلَيۡسَ فِي جَهَنَّمَ مَثۡوٗى لِّلۡمُتَكَبِّرِينَ

“Dan pada hari Kiamat engkau akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, wajahnya menghitam. Bukankah neraka Jahanam itu tempat tinggal bagi orang yang menyombongkan diri?” (QS.Az-Zumar:60)

Dan Allah swt berfirman :

يَوۡمَ تَرَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَسۡعَىٰ نُورُهُم بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَبِأَيۡمَٰنِهِم

“Pada hari engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka bersinar di depan dan di samping kanan mereka.” (QS.Al-Hadid:12)

Dua ayat diatas menggambarkan bagaimana kita kan menyaksikan dua macam wajah ini di hari Kiamat. Dan semua ayat ini menggunakan kata (تَرَى) yang artinya “melihat”, seakan makna dari wajah putih dan hitam adalah bentuk yang kita saksikan.

Makna Kedua : Kesedihan atau kegembiraan.

Arti yang kedua bukan hitam dan putihnya hakikat wajah , tapi hitamnya wajah bermakna kesedihan dan penyesalan. Dan putihnya wajah bermakna kesenangan dan kebahagiaan.

Ketika menceritakan orang-orang Jahiliyah yang mendapat anak perempuan, Al-Qur’an menyebut wajah mereka menghitam artinya sedih dan menyesal. Allah swt berfirman :

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِٱلۡأُنثَىٰ ظَلَّ وَجۡهُهُۥ مُسۡوَدّٗا وَهُوَ كَظِيم

“Padahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah.” (QS.An-Nahl:58)

Dalam ayat ini wajah yang menghitam artinya wajah yang sangat marah dan menyesal.

Oleh karena itu, kondisi wajah seseorang di hari kiamat bisa memiliki dua makna diatas. Ada hakikat wajah yang menghitam disertai hati yang sedih dan penuh penyesalan dan sebaliknya ada pula wajah yang putih bersinar disertai kesenangan dan kebahagiaan.

Kemudian pertanyaan selanjutnya, apa penyebab seseorang menghitam wajahnya di hari Kiamat?

Dari ayat diatas kita menemukan sebab itu dalam firman-Nya :

فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ٱسۡوَدَّتۡ وُجُوهُهُمۡ أَكَفَرۡتُم بَعۡدَ إِيمَٰنِكُمۡ

Adapun orang-orang yang berwajah hitam muram (kepada mereka dikatakan), “Mengapa kamu kafir setelah beriman?”

Wajah-wajah yang hitam dan penuh penyesalan di hari Kiamat adalah mereka yang telah mengetahui kebenaran namun mereka berpaling dan meninggalkannya. Mereka congkak dengan mendustakan ayat-ayat Allah dan lebih memilih untuk menuhankan hawa nafsu.

وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ تَرَى ٱلَّذِينَ كَذَبُواْ عَلَى ٱللَّهِ وُجُوهُهُم مُّسۡوَدَّةٌۚ أَلَيۡسَ فِي جَهَنَّمَ مَثۡوٗى لِّلۡمُتَكَبِّرِينَ

“Dan pada hari Kiamat engkau akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, wajahnya menghitam. Bukankah neraka Jahanam itu tempat tinggal bagi orang yang menyombongkan diri?”

Lalu dimana tempat dua wajah yang berbeda ini?

Di bagian akhir ayat diatas kita temukan firman Allah swt :

Nasib akhir bagi wajah-wajah yang menghitam adalah :

فَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَ بِمَا كُنتُمۡ تَكۡفُرُونَ

Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.”

Dan nasib akhir bagi wajah-wajah yang putih bersinar adalah :

وَأَمَّا ٱلَّذِينَ ٱبۡيَضَّتۡ وُجُوهُهُمۡ فَفِي رَحۡمَةِ ٱللَّهِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ

Dan adapun orang-orang yang berwajah putih berseri, mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya.

Semoga Allah swt memutihkan wajah kita di hari Kiamat kelak.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 209 pelanggan lain