Galilah Potensimu Dengan Bertaubat !

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Galilah Potensimu Dengan Bertaubat !

khazanahalquran.com – Mungkin kita agak heran melihat judul di atas. Apa hubungannya menggali potensi dengan taubat? Taubat adalah kembali kepada Allah dan sementara menggali potensi adalah hal yang berbeda. Lalu apa hubungan antara keduanya?

Bila kita telusuri lebih dalam, taubat memiliki peranan penting dalam membangun dan mengasah potensi manusia. Taubat sangat berkaitan dengan menggali kemampuan manusia yang terpendam. Pasti kita akan bertanya lagi, dimana kaitannya?

Seluruh manusia menyimpan potensi yang luar biasa dalam dirinya. Setiap dari mereka memiliki tujuan dan harapan yang berbeda beda. Namun dalam perjalanannya, banyak sekali rintangan dan hambatan yang menghadang mereka untuk meraih tujuan dan harapan tersebut. Dan uniknya, rintangan itu terkumpul dalam sebuah lingkaran yang bernama dosa.

Bila kita berpikir sejenak, kita akan sadar bahwa yang membuat kita lalai dari tujuan dan yang merintangi kita dari meraih cita-cita adalah kemaksiatan dan dosa-dosa.

Dosa membuat manusia lalai, malas, lupa dengan tujuannya. Maka dari sini mulai tampak hubungan antara taubat dan penggalian potensi manusia yang luar biasa.

Dosa menggiring kita pada kelalaian dan keputus asaan. Manusia yang disibukkan dengan kelezatan dosa yang menipu, akan kehilangan waktu dan kesadaran untuk menggali lebih dalam potensi dalam dirinya.

Dari sisi lain kita akan mengkaji hubungan taubat dan potensi manusia dari sisi “rezeki”.

“Rezeki” dalam pandangan Islam memiliki arti yang luas, bukan hanya rezeki harta. Rezeki adalah pemberian Allah berupa kemampuan, potensi, harta, anak, ilmu, kesehatan dan lain sebagainya. Sementara dalam sebuah hadist, Rasulullah saw bersabda :

إِنّ العبد يحرم الرزق بالذنب يصيبه

“Sesungguhnya seorang hamba dicegah dari rezekinya karena dosa yang ia lakukan.”

Disini semakin jelas bahwa dosa adalah penghalang terbesar antara diri kita dengan “rezeki” dari Allah swt.

Artinya dosa akan merintangimu dari berbagai rezeki yang diberikan Allah swt. Dosa melalaikanmu dari potensi luar biasa dalam dirimu. Dosa menghilangkan kesadaranmu akan tujuanmu. Dan efek dari kelalaian ini akan berdampak pada rezeki-rezeki materi seperti harta, keharmonisan keluarga dan rezeki lain dalam arti yang sangat luas.

Karenanya, tujuan taubat bukan hanya untuk membersihkan manusia dari dosa-dosa tapi dibalik tujuan itu, taubat akan mengantarkan manusia menuju kesuksesan. Taubat akan mengantarkan manusia untuk mengenali dirinya lebih dalam dan menggali potensi luar biasa yang telah Allah tanamkan dalam dirinya.

Taubat bukan hanya milik para pendosa, taubat juga diperintahkan untuk kaum mukminin dan orang-orang sholeh karena taubat adalah sebuah bentuk ibadah yang sangat agung disisi Allah swt.

وَتُوبُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ

“Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS.An-Nur:31)

Semoga bermanfaat.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 209 pelanggan lain