Hai Manusia, Lihatlah Kitab Amalku Ini !

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Hai Manusia, Lihatlah Kitab Amalku Ini !

khazanahalquran.com – Di hari kebangkitan kelak, manusia terbagi menjadi dua golongan. Yaitu golongan orang-orang yang beruntung dengan simbol menerima buku catatan dengan tangan kanan dan golongan orang-orang yang merugi dengan simbol menerima buku catatan dengan tangan kiri.

Kita akan temukan satu sisi yang menarik dalam surat Al-Haqqah, ketika orang-orang yang menerima kitab itu dengan tangan kanan berteriak penuh kegembiraan sambil menunjukkan buku catatannya kepada orang-orang seperti yang diabadikan dalam firman-Nya,

فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَءُوا كِتَابِيَهْ

“Adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata, “Ambillah, bacalah kitabku (ini).” (QS Al-Haqqah:19)

Kejadian ini mirip seperti pengambilan rapot bagi pelajar di sekolah. Mereka yang sukses pasti ingin menunjukkan hasil kerja kerasnya kepada orang tua ataupun kerabat lainnya. Sebaliknya, bagi yang mendapat nilai yang buruk pasti akan berusaha menyembunyikan buku rapotnya.

Ayat ini juga ingin mengajarkan agar kita menyimpan dan merahasiakan amal kebaikan kita di dunia. Agar amal itu tetap kekal hingga hari kebangkitan, dan disanalah waktu yang tepat untuk membuka dan memberi tau kepada yang lain tentang amal sholeh kita.

Seringkali manusia ingin perbuatan baiknya diketahui oleh orang lain di dunia karena riya’ dan ingin dipuji, padahal sifat inilah yang membakar amal baik itu hingga habis tak bersisa.

وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا

“Dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami akan jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.” (QS.Al-Furqan:23)

Hari ini bukan waktunya untuk menampakkan amal baikmu. Hari ini bukan waktunya berbangga diri karena belum tentu amal kebaikan itu akan bertahan hingga hari kebangkitan.

Nanti ketika waktunya tiba. Ketika kita telah mendapat rapot yang sebenarnya. Ketika kita benar-benar sukses dan berhasil, maka di hari itulah kita layak untuk berbangga dengan apa yang kita perjuangkan di dunia.

Di hari itu kita pantas untuk berkata “Lihatlah, bacalah kitabku ini !”

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 208 pelanggan lain