Hati-Hati dengan Perkataan “Aku dan Aku” !

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Hati-Hati dengan Perkataan “Aku dan Aku” !

khazanaalquran.com – Al-Qur’an sering membicarakan mengenai orang-orang yang sering menepuk dada dan menyombongkan apa yang ia miliki. Kata “Aku dan Aku” selalu terucap dari lisannya.

Lalu bagaimana nasib akhir dari kesombongan mereka?

Iblis berteriak, “Aku lebih mulia dari Adam !”

قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

(Iblis) menjawab, “Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” (QS.Al-A’raf:12)

Lalu apa yang terjadi?

Iblis menjadi makhluk yang paling terkutut karena kecongkaannya itu.

Fir’aun berteriak, “Aku tuhan kalian yang tertinggi ! Aku lebih mulia dari Musa ! Kerajaan Mesir milikku ! Sungai-sungai ini berada dibawah kekuasaanku !”

فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ

(Seraya) berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi.” (QS.An-Nazi’at:24)

أَمْ أَنَا خَيْرٌ مِنْ هَٰذَا الَّذِي هُوَ مَهِينٌ وَلَا يَكَادُ يُبِينُ

“Bukankah aku lebih baik dari orang (Musa) yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya)?” (QS.Az-Zukhruf:52)

وَنَادَىٰ فِرْعَوْنُ فِي قَوْمِهِ قَالَ يَا قَوْمِ أَلَيْسَ لِي مُلْكُ مِصْرَ وَهَٰذِهِ الْأَنْهَارُ تَجْرِي مِنْ تَحْتِي

Dan Fir‘aun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata, “Wahai kaumku! Bukankah kerajaan Mesir itu milikku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku.” (QS.Az-Zukhruf:51)

Lalu apa yang terjadi?

Fir’aun tenggelam di laut yang ia klaim semuanya berada dibawah telapak kakinya. Ia tenggelam dan terhina, lalu jasadnya diabadikan oleh Allah sebagai pelajaran bagi orang yang congkak dan sombong.

Qarun berteriak, “Semua yang kumiliki adalah karena kehebatan dan kepandaianku !”

قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَىٰ عِلْمٍ عِنْدِي

Dia (Qarun) berkata, “Sesungguhnya aku diberi (harta itu), semata-mata karena ilmu yang ada padaku.” (QS.Al-Qashash:78)

Lalu apa yang terjadi pada Qarun?

Ia pun ditelan oleh bumi dan seluruh kekayaannya tak mampu menolongnya sedikit pun.

فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُ مِنْ فِئَةٍ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُنْتَصِرِينَ

Maka Kami benamkan dia (Karun) bersama rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya satu golongan pun yang akan menolongnya selain Allah, dan dia tidak termasuk orang-orang yang dapat membela diri.” (QS.Al-Qashash:81)

Pemilik dua kebun yang diceritakan dalam Surat Kahfi menghina temannya bahwa “Hartaku lebih banyak dan aku lebih mulia darimu..!”

وَكَانَ لَهُ ثَمَرٌ فَقَالَ لِصَاحِبِهِ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَنَا أَكْثَرُ مِنْكَ مَالًا وَأَعَزُّ نَفَرًا

“Dan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-cakap dengan dia, “Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikutku lebih kuat.” (QS.Al-Kahfi:34)

Lalu apa yang terjadi?

Allah habiskan kedua kebunnya dan ia menjadi orang yang paling miskin.

Hati-hati dengan kebiasaan menepuk dada dan menyebut “Aku dan Aku”. Jangan senang berkata, “Ini karena kehebatan saya, ini karena kepintaran saya..”

Karena tidak ada yang terjadi kecuali karena bantuan dan kemudahan dari Allah. Sementara buah dari kesombongan adalah kehancuran dan kehinaan.

Semoga bermanfaat..

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 212 pelanggan lain